Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

JAYAPURA,- Banjir yang melanda Sentani, Kabupaten Jayapura. Kini warga yang menjadi korban banjir mulai terserang penyakit.

Published in Pendidikan & Kesehatan

TIMIKA, Komandan Korem 174/ATW Brigjen TNI Raden Agus Abdurrauf membantah informasi adanya wabah diare dan muntah berak (muntaber) di Kecamatan Amar dan Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika.

Published in Lintas Daerah

TIMIKA, - Petugas kesehatan di Puskesmas Wakia hari itu tidak berada di tempat,  sementara itu Viko Yan Samuel (7), anak dari Goreti Balubun warga Kampung Uta, Kecamatan Mimika Barat Tengah memerlukan perawatan segera. Sehingga Goreti Balubun memaksakan diri membawa anaknya ke Timika dan  menjalani rawat inap di Klinik Puri Husada Timika, Kabupaten Mimika, Selasa (8/1/2019).

Published in Lintas Daerah

Warga Diimbau Waspadai ISPA dan Diare

Rabu, 10 Januari 2018 10:00

MERAUKE,ARAFURA,- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dr. Nevil Muskita, mengatakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare tercatat menjadi penyakit yang sering muncul pada musim kemarau. Ia menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai ancaman penyakit tersebut dengan menjaga kebersihan. Pasalnya memasuki musim kemarau basah yang kadang hujan dan kadang panas membuat pasien diare dan ISPA meningkat.

Published in Papua Selatan

Warga Dihimbau Waspadai Wabah Diare

Minggu, 17 September 2017 16:52

MERAUKE,ARAFURA,- Masyarakat diharapkan waspada terhadap pergantian musim atau yang biasa sebut dengan pancaroba. Sebab, cuaca yang kerap berubah-ubah dari hujan ke panas maupun sebaliknya membuat perkembangan berbagai penyakit meningkat. Apalagi kebiasaan masyarakat yang mengkonsumsi makanan sebelum cuci tangan dan minum air yang belum dimasak.

Published in Papua Selatan

Bayi Dan Lansia Rentan Terserang Diare

Jumat, 04 Agustus 2017 00:37

MERAUKE,- Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menggelar pertemuan lintas sektor pencegahan dan pengendalian penyakit hepatitis dan diare. Diharapkan melalui kegiatan ini lintas sektor dan semua yang terlibat dapat bekerjasama memerangi kasus ini. Karena semua pelayanan yang diberikan untuk masyarakat. Kegiatan berlangsung di Hotel CoreIn, Kamis (3/8).

Published in Papua Selatan

Diare Di Kimaam Telah Teratasi

Kamis, 13 Juli 2017 03:21

MERAUKE,- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Adolf Janu Bolang mengatakan terkait dengan penyakit diare yang menyerang  ratusan Balita di Distrik Kimaam sudah teratasi dan keadaan di Kimaam sudah mulai stabil.
Selain itu, tim medis yang dikirim ke Distrik Kimaam dari Dinas kesehatan maupun Puskesmas yang berada di daerah tersebut juga selalu siap menangani pasien yang terserang diare.  
Dikatakan, sudah tidak ada masyarakat Kimaam yang terkena diare. Namun, masih ada beberapa yang belum pulih sehingga masih tetap di rawat. Diakuinya, beberapa waktu lalu di Kampung Teri masih cukup tinggi pasien yang terkena diare. Tetapi sampai saat ini sudah stabil dan sudah tidak ada lagi yang terserang diare.
“Sementara masih ada beberapa pasien yang belum pulih dan masih di rawat oleh tim medis,” tuturnya ketika di konfirmasi melalui telepon seluler, Rabu (12/10).
Ia mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan,  menjaga kebersihan tangan ketika mengkomsumsi makanan dan minum air yang sudah dimasak. Kemudian, membuang air besar di Jaban. “Kedepan, kami akan lebih sering mensosialisasikan terkait bagaimana menjaga kebersihan dan minum air yang sudah dimasak. (Melani Razak)

Published in Papua Selatan

MERAUKE,- Bupati Merauke, Frederikus Gebze,SE,M.Si mengatakan kasus diare di Distrik Kimaam sudah ditangani. Bahkan, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan juga telah menurunkan tim untuk menangani pasien diare di wilayah itu.
“Itu sudah ditangani dan menurut informasi dari Dinas Kesehatan sudah bisa diatasi,”terang Bupati kepada wartawan di Halaman Kantor BPBD Kabupaten Merauke, Kamis (6/7).
Kendati telah diatasi, namun ada sejumlah hal yang menjadi rekomendasi diantaranya adalah tingkatkan sosialisasi dan tingkatkan pemahaman kepada masyarakat di wilayah kampung lokal untuk mengkonsumsi air yang sudah dimasak, mencuci tangan sebelum makan dan menjaga higienitas makanan.
Menurut Bupati, masyarakat harus makan makanan dan minum air yang  betul-betul sudah dimasak. Ini penting, supaya mereka terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti terserang penyakit dan lain-lain.
Bupati menambahkan, kasus diare ini merupakan penyakit tahunan yang disebabkan oleh perubahan cuaca, sehingga antispasi harus dilakukan. “Untuk menjaga pemerintah daerah sudah melakukan upaya-upaya. Ini belum Kejadian Luar Biasa (KLB),”terang Bupati. (Suyatmadi)

Published in Headline

MERAUKE,- Penyakit diare menyerang ratusan Balita di Distrik Kimaam selama bulan Juni 2017, empat diantaranya meninggal dunia karena kekurangan cairan.
Kondisi ini terjadi karena kebiasaan masyarakat di wilayah itu yang mengkonsumsi air yang belum matang (tidak dimasak,red). Kemudian, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membuang air besar tidak di jambang.
 “Setelah mendapat informasi langsung kita turunkan petugas dan obat-obatan. Walaupun sarana transportasi menuju ke sana (Kimaam,red) agak sulit,”terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Adolf Janu Bolang kepada wartawan di ruang sidang DPRD Kabupaten Merauke, Rabu (5/7).
Empat bayi yang meninggal dunia tersebar di beberapa kampung diantaranya Kimaam, Kampung Mambo, Kampung Teri dan Kampung Kalilam. Khusus di Kampung Teri kasus diare masih cukup tinggi, tetapi petugas kesehatan sudah stand by di sana untuk memberikan penanganan terhadap para pasien.
Ditambahkan, pihaknya juga sudah konfirmasi ke pihak Puskesmas Kimaam dan mereka sudah sering melaksanakan penyuluhan. Namun, masyarakat sering mengabaikan hal tersebut. Ia mengakui jika dilihat dari data sekarang dibanding dengan tahun lalu memang ada peningkatan kasus diare, namun belum dikategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Kita akan koordinasikan dengan provinsi dan pelajari lagi kasus ini, apakah termasuk KLB atau tidak,” tuturnya.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan lingkungan, minum air yang sudah dimasak dan membuang air besar tidak disembarang tempat. (Melani Razak)

Published in Headline

JAYAPURA,- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giyai menyampaikan sudah mendapat laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke mengenai ratusan balita di Kimaan yang terserang sakit Diare.
Ia juga sudah menurunkan tim untuk memeriksa penyebab sakit tersebut. “setelah dapat informasi kami sudah turunkan tim untuk membantu dinas kesehatan setempat,"ucap drg Aloysius Giyai kepada wartawan usai menandatangai fakta integritas tata tertib administrasi dan keuangan di Sasana Karya Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (3/7) pagi kemarin.
drg Aloysius Giyai menjelaskan bahwa kejadian di Kimaam belum kita tetapkan sebagai  Wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular tersebut.
Namun, Dinas Kesehatan Provinsi Papua sudah menyiapkan obat-obatan untuk dikirim ke Merauke. Selain itu pihaknya menyoroti faktor lingkungan yang kurang bersih serta pola hidup masyarakat yang kurang mendukung seperti kebiasaan mengkonsumsi air tanpa dimasak terlebih dahulu.
Lanjut Kadinkes, kasus diare yang terjadi di Kimaam merupakan kasus pertama di wilayah Kabupaten Merauke. “kasus diare ini hampir terjadi di seluruh wilayah Papua, tapi tidak banyak seperti di yang terjadi di Kimaan,” katanya.
Sebelumnya, ratusan balita di 14 kampung di Distrik Kimaam, Merauke, Papua terserang diare. Belum diketahui penyebab diare yang menyerang ratusan balita itu.
"Benar, kami dapat informasi dari Puskesmas Kimaan, peristiwa itu berlangsung sejak Senin (26/6)," kata Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr Adolof Bolang ketika dikonfirmasi akhir pekan lalu.
Kata dia, jumlah balita penderita diare meningkat terutama di tiga kampung dari 14 kampung yang terserang diare di Distrik Kimaam. Bahkan, menurut dia, satu orang balita dikabarkan meninggal.
Tim kesehatan Puskesmas di Kimaam, telah menjangkau tujuh kampung untuk menyelidiki kasus tersebut. Sedangkan tujuh kampung lainnya belum terjangkau tim medis, karena medan yang sulit untuk menjangkau wilayah kampung tersebut. "Tim yang diturunkan ke sana sementara ini masih melakukan pelayanan kesehatan sehingga belum mengirim laporan terkait dengan total pasien diare yang ditangani dan yang belum ditangani," katanya.
Selain melakukan pelayanan kesehatan, tim juga mengambil sampel kotoran dan sampel air minum di kampung-kampung yang terserang diare untuk diperiksa lebih lanjut di Rumah Sakit Merauke. (Bams)

Published in Headline