Pasific Pos | Papua Selatan | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Shasa Davies Putri Papua Berhasil menjadi Desaigner InternasionalManokwari, TP – Desaigner Internasional Asal Merauke Papua, Shasa Yaan Davies bersama Chef Asal Papua, Charles Toto patut diacungi jempol. Sebab, dengan prestasinya sudah mampu mengangkat Papua ke mata dunia.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Prestasi membagakan ditorehkan Debora N. J. Mandacan yang berhasil meraih juara satu umum pada ajang Model Busana Asian yang diselenggarakan oleh Kemilau Model Busana Merah Putih di Jakarta, 19 Agustus 2018.

Published in Papua Barat

MERAUKE,ARAFURA,-Sebagai seorang desainer papan atas, Shasa Yoan Davies dikenal memiliki komitmen tinggi dan selalu fokus dalam melaksanakan setiap hajatan spektakulernya. Begitu pula dalam hal pemilihan artis yang akan ia ajak kerja sama, Shasa tidak ingin bertindak setengah-setengah namun total. Seperti yang diketahui bahwa awalnya Shasa menggandeng Pilotz Band untuk hajatan akbarnya di seluruh Papua namun karena satu dan lain hal, dirinya terpaksa harus membuat sebuah keputusan yang dinilai sebagai langkah bijak baik bagi dirinya secara pribadi maupun timnya untuk tidak melanjutkan kerja sama tersebut.

Published in Papua Selatan

Kerja Sama Dengan Desainer Internasional

Jumat, 24 Agustus 2018 06:37

‘Rija Abbas Mengaku Senang Dan Bangga’

 

MERAUKE,ARAFURA,-Tanpa terasa fashion akbar pertama di Papua Barat kolaborasi fashion dan music antara Desainer Internasional Shasa Yoan Davies dan artis ibu kota, Rija Abbas bertajuk ‘Indonesia Tanah Airku Tanah Papua Kebanggaanku’ yang akan berlangsung di Lapangan Lanal Sorong pada 1 September mendatang sudah semakin dekat. Tentunya demi mensukseskan hajatan akbarnya ini sang desainer telah melakukan berbagai persiapan termasuk yang berhubungan dengan penampilan artis yang akan didatangkan.

Published in Papua Selatan

‘Shasa Yoan Davies Bakal Boyong Model Papua’

 

MERAUKE,ARAFURA,-Sepak terjang Shasa Yoan Davies dalam hal fashion nampaknya sudah tidak perlu diragukan lagi. Ketenaran nama dan karya-karyanya bahkan mampu menarik perhatian seorang desainer kondang dari London, Roland Mouret yang langsung mengajak wanita asal Merauke ini untuk berkolaborasi pada sebuah hajatan bergengsi dalam waktu dekat. |Terlebih lagi ada kesamaan pandangan dalam mendesain busana di antara mereka berdua sehingga semakin memudahkan mereka saat bekerja sama. Oleh sebab itu ketika dihubungi untuk berkolaborasi Shasa menyambut baik. Sang desainer Londonpun pada akhirnya mengetahui bahwa Shasa lebih cenderung kepada hal-hal yang bernuansa etnik. Tentunya ia mencari tahu terlebih dahulu tentang Shasa dan segala hal yang berkaitan dengan sosok seorang Shasa di dunia fashion. Memang untuk di Sydney-Australia Shasa adalah desainer lokal sehingga tidak mudah bagi seorang desainer sekelas Roland yang jauh-jauh dari London demi menemukan sosok desainer dari Sydney yang profesional seperti Shasa. Oleh sebab itu Shasa sangat berterima kasih kepada tim dan manajemennya di Australia yang sangat aktif menginformasikan tentang dirinya dan semua karyanya selama ini sehingga bisa dikenal oleh publik secara luas. Menurut Shasa, tim yang ia miliki adalah tim yang sangat kuat dan solid termasuk tim di Merauke yang juga sangat handal. ia berharap melalui kolaborasi dengan desainer London nanti akan mampu membawa nama |Papua di kancah internasional dan bisa menjadi icon positif bagi Indonesia serta semakin maju di dunia fashion.

“Papua jangan sampai sepi dari dunia fashion. Kita harus bisa seperti daerah lain di Pulau Jawa, apalagi matahari terbit dari timur dan kita bangun lebih dulu loh dari mereka sehingga akan sangat ironis jika kita justru belum melakukan apa-apa. Harus ada yang bisa kita banggakan dan jangan ketinggalan dari mereka. Tidak perlu jauh-jauh, setidaknya Jakarta dululah yang sekarang mulai tahu bahwa Papua sudah memulai dengan desainernya sendiri untuk membuat sesuatu yang baru untuk Papua,”tukas Shasa saat ditemui ARAFURA News di butik SDC miliknya belum lama ini. Lebih lanjut Shasa menjelaskan bahwa dalam kolaborasinya nanti ia bakal meluncurkan rancangannya dari kulit kayu. Ternyata Roland sangat terkesan dengan bahan tersebut apalagi bahan yang digunakan murni dari alam. Saat ini ia masih menunggu proses penelitian dari laboratorium sebab yang namanya desainer internasional maka rancangan yang dibuat harus sesuai dengan aturan, etika dan norma-norma yang melekat pada proses pembuatan baju tersebut. Kulit kayu yang digunakan harus diketahui secara pasti, cocok digunakan pada suhu berapa jika nanti disimpan. Apalagi ketika baju sudah selesai dibuat bukan untuk dilempar ke pasaran umum namun khusus untuk artis-artis Hollywood. Oleh sebab itu ia butuh sesuatu yang benar-benar pasti sehingga harus diteliti lebih lanjut. Jangan sampai saat digunakan akan menimbulkan rasa tidak nyaman atau menyebabkan tubuh menjadi gatal.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa penelitian yang dilakukan sudah memasuki tahap keempat dan diakui bahwa waktu yang dibutuhkan memang cukup lama. Shasa sendiri sudah memasukannya sejak tahun lalu dan tetap berproses hingga memasuki tahun 2018 ini. Namun ia percaya bahwa laboratorium yang ada di Australia tempat ia berdomisili saat ini memang yang terbaik dan akan memberikan hasil yang terbaik pula. Ketika Shasa bertandang ke London untuk menemui patner desainernya beberapa waktu lalu guna menandatangani kontrak kerja sama, ia memang sudah menegaskan bahwa busana yang akan dipamerkan pada acara nanti akan dikenakan oleh para model dari Papua. Shasa sudah bertekad untuk membawa model-model dari Papua ke London pada puncak acara nanti. “Alhamdulillah, Puji Tuhan, beliau tidak keberatan bahkan sangat antusias mengizinkan saya untuk mewujudkan niat saya itu. Ternyata beliau juga sangat tertarik dengan Papua dan hal ini yang membuat saya semakin terpacu untuk berbuat sesuatu bagi model saya,”jelas Shasa lagi.

Dijelaskan, melalui road show ke sejumlah daerah di Papua dirinya sudah bisa melihat talenta para model yang nantinya akan diboyong ke London. Fashion show di luar negeri menurutnya masih jarang yang menggunakan konsep out door. Jadi akan lebih difokuskan dengan konsep in door namun karena rancangan yang akan dipamerkan bernuansa alam maka untuk koreografinya akan lebih kental dengan nuansa alam. Sebagai seorang desainer yang hobi mengeksplore apa yang ada di alam Papua, Shasa lebih cenderung mengandalkan bahan-bahan yang tersedia namun belum banyak dimanfaatkan orang. Oleh sebab itu agar bahan dari alam tersebut tidak terbuang percuma maka ia berupaya memanfaatkannya dengan menjadikan sebuah karya yang funtastik. Tidak hanya itu, terselip tujuan mulia dari dalam dirinya bahwa dengan menggunakan bahan alam maka secara tidak langsung ia ikut membantu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Papua. Oleh sebab itu Shasa mengharapkan dukungan semua pihak khususnya dari pemerintah agar apa yang ia perjuangkan dapat berjalan dengan lancar.

Published in Papua Selatan

MERAUKE,ARAFURA,-Seperti yang diketahui bahwa Desainer Internasional Shasa Yoan Davies pernah melakukan tatap muka dengan mahasiswa asal Papua yang tengah kuliah di Jakarta beberapa waktu lalu dan disambut positif. Kini sambutan yang sama juga diperoleh di Jayapura ketika Shasa dan Pilotz Band bertatap muka dengan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) di kampus ternama sekelas UNCEN guna memberikan motivasi tentang minat dan bakat di bidang fashion dan musik beberapa waktu lalu. Jelas saja, sambutan baik itu membuat dirinya begitu tersanjung apalagi ia juga mendapatkan dukungan penuh. Bahkan dijuluki sebagai ‘Srikandi Papua’ yang fokus berkarya di bidang fashion dan tentunya hal ini sangat membanggakan.

Published in Papua Selatan

“Datang Bukan Untuk Bersaing Tapi Untuk Ikut Membangun’

 

MERAUKE,ARAFURA,-Desainer Internasional asal Merauke, Shasa Yoan Davies menegaskan bahwa dirinya datang kembali ke Merauke sama sekali bukan untuk bersaing namun semata-mata untuk ikut serta membangun Kota Merauke.

Published in Papua Selatan

Sehari Menuju Fashion Show Akbar

Minggu, 22 April 2018 04:14

‘Shasa Yoan Davies Total Latih Para Model’



MERAUKE,ARAFURA,-Akhirnya hari itu kian dekat, hari dimana seorang desainer internasional asal Merauke bernama Shasa Yoan Davies akan menggelar acara spektakuler untuk pertama kalinya yang bertajuk ‘Saya Kartini Papua dan Saya Bangga’ dalam rangka memperingati Hari Kartini dan launching busana batik Papua rancangan terbarunya. Event fashion akbar pertama di Papua ini juga dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun sang desainer sendiri sehingga memiliki arti yang sangat besar.

Published in Papua Selatan

MERAUKE,ARAFURA,-Seperti yang diketahui bahwa designer kenamaan, Shasa Yoan Davies dalam waktu dekat bakal kembali menggelar event besar yang cukup bergengsi berupa fashion show di Kota Rusa. Tujuan dari acara fashion show ini, selain untuk mengentertainment masyarakat, sang designer ingin membuat exciting masyarakat Papua dengan mendesign batik berdasarkan versi dirinya.

Published in Papua Selatan