Pasific Pos | Papua Barat | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

Manokwari, – Dua kampung di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari terancam bakal tidak menapat kucuran dana desa (Dandes) yang bersumber dari ABPN tahun anggaran 2017.  Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Kabupaten Manokwari, Teguh B. Prakoso saat ditanyai reasalisasi dana desa untuk kabupaten Manokwari.
Ia menjelaskan, dana desa tahun anggaran 2017 tidak lama lagi akan disalurkan ke seluruh kampung yang ada di wilayah kabupaten Manokwari. Namun ada 2 kampung yang terancam tidak bisa mendapatkan dandes dari APBN yakni, kampung Aska dan kampung Yonsoribo di distrik Masni karena belum membuat laporan keuangan tahap kedua Dandes tahun anggaran 2016.
Awalnya, kata Prakoso, ada 9 kampung yang terancam tidak dapat Dandes 2017, karena kesalahan penggunaan anggaran, namun setelah ditekan akhirnya 7 kampung bisa menyelesaikan laporan tahap kedua Dandes tahun 2016.
“ Sembilan  desa ini terjadi kesalahan dalam penggunaan anggaran, bahkan terjadi saling tuding antara aparat di kampung yang bersangkutan, keseluruhan dana itu sekitar 2,1 miliar rupiah. Setelah kita tekan, 7 kampung sudah membuat laporannya,” katanya kepada wartawan di GOW, Rabu (5/7).
Untuk kampung Aska dan Yonsoribo, lanjut Prakoso, diberikan waktu sampai Jumat pekan ini untuk menyelesaikan laporan keuangan, namun jika tidak memasukan laporannya, maka dana periode kedua milik kedua kampung tersebut dipastikan hangus.
“ Kalau sampai kedua kampung itu tidak mendapatkan dandes dari APBN 2017  tentu akan merugikan masyarakat kampung, sebab dandes dari APBN diplotkan untuk pembangunan kampung sedangkan dandes dari otsus dan APBD hanya sebagai pendamping,” terang Prakoso.
Meski demikian, tambah Prakoso,  kedua kampung itu tetap menerima dana dari Otsus dan juga dari APBD Manokwari sekitar 220 juta rupiah. [SDR-R2]

Published in Papua Barat