Pasific Pos | Papua Selatan | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

MERAUKE,- Dalam rangka mendukung gerakan masyarakat hidup sehat, serta dalam upaya promotif dan preventif terutama terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan menyelenggarakan bulan deteksi dini kanker serviks bagi peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia. Kegiatan berlangsung mulai Tanggal 13 sampai 31 Juli 2017 mendatang.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, dr. Hendra Jemmy Rompas mengatakan berdasarkan data peserta BPJS Kesehatan secara nasional  Tahun 2016 lalu , jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar 56,5 milyar. Sementara di tingkat Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar 87,1 1 milyar.
“Layanan pemeriksaan IVA/Papsmear dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biayanya. Jika setelah diperiksa dan peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya saat konfrensi pers di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Merauke, baru-baru ini.
Pelaksanaan deteksi dini melalui IVA atau Papsmear merupakan salah satu upaya unggulan untuk menekan prevalensi kanker serviks pada peserta JKN-KIS. Untuk mewujudkan hal terswbut, maka BPJS Kesehatan menyediakan jaminan layanan deteksi dini kanker serviks kepada seluruh perempuan usia produktif yang telah menikah untuk melakukan pemeriksaan IVA.
Ia menghimbau kepada seluruh peserta JKN-KIS untuk melakukan deteksi dini  di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama  (FKTP) atau sarana lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Pemeriksaan IVA/ Papsmear merupakan metode pemeriksaan sederhana yang memiliki tingkat akurasi tinggi, aman serta nyaman bagi pasien.
“Sampai dengan Mei 2017 deteksi dini yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA telah berhasil  menjangkau 101.097 peserta. Sedangkan Papsmear berhasil menjangkau 93.263 peserta,”terangnya. (Melani Razak)

Published in Papua Selatan