Pasific Pos | Papua Barat | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

Manokwari, TP – Istri mana yang tidak sedih mengetahui suami tercinta akan terpisah dari keluarga dan mendekam di tahanan sebagaimana dirasakan istri dari tersangka YR, mantan Ketua Harian KONI Provinsi Papua Barat.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Penyidik Polsek Manokwari Kota melimpahkan tersangka YA dan barang bukti kasus dugaan pembunuhan terhadap Dimas Asaribab di Jl. Pertanian, Wosi, Manokwari ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari,Senin (2/10/17).

Published in Papua Barat

Manokwari,TP –Peristiwa kebakaran kembali terjadi dan kali ini menimpa kantor pemerintahan diwilayah Manokwari, Papua Barat, Senin (2/10/17) pagi.

Published in Papua Barat

Manokwari,TP –Sebanyak 5 warga negara asing (WNA) China diamankan penyidik Polda Papua Barat dan ditetapkan menjadi tersangka kasus penambangan Emas ilegal di Kali Kasih,Kampung Pubuan, Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Published in Papua Barat

Manokwari,TP– Masih berkeliarannya sejumlah terpidana dan terdakwa koruptor, ditanggapi Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Published in Papua Barat

Bintuni, TP - Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni, Matret Kokop, SH berharap mata pelajaran Pendidikan Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau P4 yang sudah punah dapat kembali dimasukkan dalam kurikulum pelajaran di sekolah.

Published in Papua Barat

Manokwari,TP – Terbakarnya Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari, Senin (2/10) pagi, dampaknya sangat dirasakan para guru dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP di wilayah Manokwari.

Published in Papua Barat

Manokwari,TP – Tiga truk pengangkut semen Conch Maruni ditahan oleh pemilik hak ulayat di Arfai. Terhitung, truk yang mengangkut semen Maruni itu sudah terparkir di pinggir jalan selama 5 hari, sejak Kamis (28/9) lalu.

Pemilik hak ulayat semen Maruni, Yustina Mansim mengungkapkan, terpaksa memalang dan menahan truk pengangkut semen SDIC Maruni atau yang kini bernama semen conch karena pihak perusahaan tidak menepati janjinya menyelesaikan pembayaran hak ulayat.

“Sebagai aksi protes terpaksa kami palang. Apalagi kami sudah ikuti semua prosedurnya dari pihak perusahaan dan juga telah menghadap Bupati maupun Gubernur.

Dalam putusan baik secara adat dan di pengadilan kami juga menang, sehingga pihak perusahaan harus selesaikan,” tegas Yustina Mansim kepada koranini, Senin (2/10).

Yustina mengisahkan, perjuangan menuntut hak sebagai pemilik hakulayat kepada perusahaan telah dilakukan oleh ayahnya, Thitus Mansim hinggaakhir hayatnya, meninggal dunia belum lama ini.

Sehingga, dirinya melanjutkan perjuangan itu agar ibunya yang telah berusia 70 tahun dan keluarganya tetapterurus dengan baik.

“Kami tahan mobil ini karena hak ulayat, selama bapak hidup urus dipengadilan dan keluarga menang di adat kemudian di pengadilan sini
kemudian banding dan Kasasi kami juga menang.

Namun setelah putusan menang dan dikasih hasil putusannya tidak ada realisasi baik dari pihak perusahaan,” tukasnya.

Untuk memperjuangkan hak pemilik ulayat, Yustina mengaku sudah bertemu Bupati. Dan, orang nomor satu di Pemkab Manokwari mengakui jika pihak perusahaan juga tidak menghargainya.

Tidak hanya ke Bupati, Yustina mengaku juga telah bertemu Gubernur sebagai pihak yang bisa menjembatani dengan pihak perusahaan.

Diakui Yustina, selama ini pihak perusahaan memang telah memberi kanuang senilai Rp. 1 miliar sebagai tahap buka pintu, kemudian Rp. 800 juta untuk 8 kelompok, yang masing-masing mendapat Rp. 100 juta sebagai panjar.  

“Namun sampai saat ini belum terselesaikan. Selama sidang kelompok-kelompok itu ada juga tidak kelihatan tetapi saat menang banding kelompok secara nyata ada dan sesuai kelompoknya dikirim ke China sehingga menerima  800 ratus juta rupiah untuk 8kelompok,” jelasnya.

Menuntut penyelesaian pembayaran hak ulayat, Yustina mengakuipemalangan sudah pernah dilakukan tahun 2016 lalu, dan tuntutan baru dibayarkan Januari 2017.

“Saya minta ini kan asetnya gunung kapur urutan kedua dunia, bukan hanya di Papua bahkan di Indonesia hingga luar negeri, makanya
saya minta hak ulayat dibayarkan dan dibereskan semua termasuk berapa persen hasil produksi.
Kalau begitu (tidak diselesaikan) ke depannya anak cucu bagaimana, bisa tambah parah jika mereka semakin pintar.
Lebih baik selesaikan sekarang karena orang tua,”jelasnya.

Ia menambahkan, Polres Manokwari, perwakilan perusahaan serta pemilik semen dan truk telah mendatanginya untuk meminta dilepaskan.
Namun dirinya tidak akan melakukannya jika perusahaan belum menyelesaikan persoalan hak ulayat.

“Pihak perusahaan memang sudah datang, tetapi bukan yang berkepentingan tetapi pemasaran. Mereka datang minta dilepaskan tetapi tidakada jaminan,” tukasnya.

“Pemilik truk dan yang beli semen memang juga sudah datang, tapi kami tahan untuk jaminan, jika bersikeras maka kami minta drop semen di taruh di sebelah rumah. Bahan baku kami punyatetapi memang semen China punya,” tandasnya. [RYA-R3]

Published in Papua Barat

Manokwari,– Hingga saat ini, Media Center Sekretariat DPR Papua Barat yang baru direnovasi menggunakan APBD Provinsi Papua Barat Tahun Anggaran 2015, belum difungsikan.
“Sampai sekarang kami belum memfungsikan Media Center Sekretariat DPR Papua Barat. Saya kurang tahu, karena saya masuk itu sudah ada,” kata Sekretaris DPR Papua Barat, Mathius Asmuruf kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, belum lama ini.

Published in Papua Barat

Manokwari,- Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan geram dengan oknum pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari.
Pasalnya, ungkap Mandacan, ada yang secara diam-diam ingin berpindah tugas ke tempat lain tanpa sepengetahuannya. Untuk itu, Bupati mengaku akan bertindak tegas dengan menahan gaji, bahkan memecat oknum ASN yang ketahuan ‘berselingkuh’.

Published in Papua Barat

Halaman 1 dari 3