Pasific Pos | Info Papua | Pasific Pos.com

| 15 July, 2019 |

JAYAPURA, - Wali Kota Jayapura mengigatkan kepada instansi khususnya pengguna anggaran agar selalu melakukan koordinasi agar laporan keuangan dan fisik berjalan dengan baik.

"Jangan mencari-cari kebenaran. Tapi kebersamaan itu penting. Kalau masih ada waktu terima setiap laporan yang masuk," kata Benhur di Kantor Wali Kota Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (12/7).

Terkait itu, pria yang akrab di sapa BTM, meminta kepada kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jayapura agar jangan mencari-cari kebenaran terkait input data.

Menurut Benhur, setiap instansi di lingkungan Pemkot semua sama. Tidak ada yang lebih hebat karena kebersamaan itu penting.

"Bappeda agar ikuti perkembangan setiap saat. Setiap laporan yang masuk harus dibeda-bedakan setiap kali di masukkam atau di masukka," kata Benhur.

Pria asli Port Numbay (Kota Jayapura), juga mengigatkan kepada Bappeda agar jangan menjiplak data karena setiap data yang sudah dimaksukkan oleh setiap instansi itu penting.

"Harus baik untuk menyusun program lima tahun ke depan sehingga tidak melenceng dari program yang sudah di rencanakan," kata Benhur. (Ramah)

Published in Kota Jayapura

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengirimkan sebanyak 60 tenaga pendamping mengawal penggunaan dana program Gerakan Bangkit, Mandiri dan Sejahtera Harapan Seluruh Rakyat (Gerbangmas Hasrat Papua) pada 29 kabupaten dan kota.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad mengaku, setiap kabupaten dan kota akan ditempatkan 4 orang tenaga pendamping. “Tenaga pendamping tersebut sebagai motivator pembangunan di kampung yang secara bergantian akan melakukan pendampingan pada setiap kampung,” jelasnya kepada wartawan di kantor gubernur, Senin (3/7) kemarin.
Musa’ad menjelaskan, tenaga pemdamping tersebut akan memberikan laporan secara stimulan yang telah dilengkapi fasilitas seperti tablet. “Selain motivator, mereka juga akan merubah maindset masyarakat untuk lebih produktif,” ungkapnya.
Dia menuturkan, tenaga pendamping yang telah diluncurkan ke kabupaten dan kota tersebut terlebih dahulu telah diberikan pelatihan bekerjasama dengan Kompak sebagai mitra pembangunan.
“Selain itu kita juga mempunyai 4 tim ahli. Dimana setiap tenaga pendamping diberikan fasilitas termasuk tablet untuk melaporkan sebagai syarat untuk pemberian insentif kepada mereka,” terangnya.
“Setiap orang diberikan insentif yang cukup sekitar Rp. 7 juta, mereka akan melakukan pendampingan di kampung selama dikontrak 1 tahun,” lanjutnya.
Dengan harapan kabupaten dan kota dapat memanfaatkan tenaga pendamping tersebut untuk mensinergikan angara program kabupaten dengan provinsi, akan tetapi evaluasi akan tetap dilaksanakan pada akhir tahun.
“Kita akan melakukan evaluasi pada akhir tahun nanti, bagaimana langkah selanjutnya untuk memantapkan program-program yang dilakukan gubernur sejak 2013,” ucap Musa’ad.
Tenaga pendamping ini tidak hanya sebagai administrator, tidak mengurus SPJ, proposal, namun tugas utama mereka adalah merubah maindset masyarakat. “Karena yang kita harapkan, pada saatnya nanti masyarakat yang mengelolah dirinya sendiri. Tanpa harus mengharuskan tenaga pendamping,” terang Musa’ad.
Disinggung mengenai dana Gerbangmas tahun ini, Musa’ad mengaku, tahun 2017 dana Gerbangmas sebanyak Rp.250 miliar, untuk kabupaten/kota Rp.150 miliar, sementara Rp.100 miliar untuk di SKPD teknis khusus yang menangani bidang ekonomi. “Dengan tujuan kita berkeinginan mendorong perekonomian,” tambahnya. (Bams)

Published in Info Papua