Pasific Pos | Ekbis | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

SENTANI - Kelompok tani (Keltan) di empat kampung se-Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, mendapatkan bantuan masing-masing satu unit hand traktor dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Jayapura yang berasal dari APBN.

Published in Ekonomi & Bisnis

SENTANI - Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, serahkan bantuan alat pertanian yakni hand trakctor, mesin pemanen (combine harvester) dan mesin tanam padi (rice transplanter) serta mesin pengupas kulit kacang tanah kepada sejumlah kelompok tani (Keltan) di beberapa kampung, di Kabupaten Jayapura, yang berlangsung pada Selasa (18/7) lalu.

Published in Kabupaten Jayapura

SENTANI - Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, kembali membagikan alat mesin pertanian kepada kelompok tani (Keltan) pada Kamis (13/7) lalu. Pembagian dilakukan langsung oleh Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP, MM.
Alat mesin pertanian yang dibagikan merupakan petunjuk langsung dari Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, tersebut diantaranya mesin pengupas kacang tanah dan satu unit mesin hand tracktor.
Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP, MM, menuturkan bantuan alat mesin pertanian ini merupakan instruksi dari Bupati Jayapura pada saat acara penanaman serentak kacang tanah di Kampung Mamda-Mamei, Distrik Kemtuk, pada 29 Juni 2017 lalu.
Alsintan yang dibagikan, terdiri dari satu unit mesin pengupas kacang tanah dan satu unit hand tracktor yang diberikan kepada kelompok tani (Keltan) di Mamei-Mamda (Kemtuk) yang diserahkan langsung oleh Dinas TPH pada tanggal 13 Juli lalu kepada Kepala Kampung dan ketua Keltan di Mamda-Mamei, ujarnya.
Selain itu, kata Kadis Adolf, pihaknya melakukan kunjungan ke Kampung Karya Bumi guna bertemu dengan ketua kelompok pengelola air untuk membahas perbaikan jaringan air (irigasi) yang sudah mengalami kerusakan.
Setelah pemberian bantuan, kami lanjutkan perjalanan ke Karya Bumi, untuk bertemu dengan ketua kelompok pengelola air guna mempersiapkan (mengatur) perencanaan perbaikan jaringan irigasi yang rusak sepajnajang delapan (8) meter, ucapnya.
Karena itu, sangat penting bagi saya selaku Kepala Dinas daripada menuggu lambatnya pekerjaan proyek maka segera dilakukan pengerjaan perbaikan jaringan irigasi, dengan sistem gotong royong antara pihak petani dengan pihak Babinsa yang akan kami undang untuk menyelesaikan jaringan irigasi tersebut, tandas Adolf Yoku.

Published in Ekonomi & Bisnis