Pasific Pos | Sospol | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

JAYAPURA,–  Masih terkait rekrutmen anggota MRP khususnya di wilayah VII, Lapago di Kabupaten Nduga diminta agar segera dilakukan pemilihan ulang, lantaran tahapannya dinilai tidak sesuai juknis dan juklak. Dugaan kuat ada skenario yang didesain sedemikian rupa, untuk meloloskan oknum tertentu pewakilan dari Nduga.
“Hak kesulungan orang Nduga untuk keterwakilan di MRP harus kembalikan, proses rekruitmen yang dilakukan sebelumnya tidak sesuai juknis dan juklak, ini ada scenario untuk loloskan oknum tertentu,” tegas Anggota Komisi I DPR Papua, Emus Gwijangge, kepada wartawan, kemarin.
Ia mengatakan, panpil provinsi dan panwas harusnya memberikan waktu kepada masyarakat Nduga untuk menentukan figurnya, karna figure yang saat ini dinyatakan lolos bukan anak asli Nduga, melainkan mereka yang hanya numpang lahir di Nduga.
“Periode lalu dia sudah diberi kesempatan duduk di MRP karena orang tuanya mengabdi di Nduga. Kini masyarakat Nduga ingin anak asli Nduga yang duduk di MRP," kata Emus,
"Proses ini tidak sesuai aturan sehingga saya harap panpil dan panwas provinsi kembalikan tahapan di Nduga dari awal," ujarnya.
Ia ingin rekrutmen anggota MRP di setiap kabupaten tidak didominasi suku tertentu. Harus ada keterwakilan setiap suku dari setiap wilayah. Jangan ada yang dari wilayah adat lain masuk ke wilayah adat lain.
"Calon yang lompat sini dan sana sebaiknya tahu diri, mundur dan hargai anak-anak asli di setiap wilayah adat. Jadi misalnya dia Nduga harus suku asli Nduga yang masuk. Ini bicara keadilan dan tatanan adat sehingga setiap suku harus ada keterwakilan," katanya. (Tiara)

Published in Sosial & Politik

Sesama Kandidat Jangan Saling Jegal

Rabu, 19 Juli 2017 01:45

JAYAPURA,–  Anggota Komisi I DPR Papua, Emus Gwijangge berharap tahun politik 2018 di Papua dapat berjalan santun dan bermartabat, tanpa ada fitnah, menjatuhkan bahkan saling menjegal antara satu kandidat dengan kandidat lainnya.
“Saya berharap dalam pelaksaan Pilkada Bupati maupun Gubernur dapat lebih elegan, karna semua yang berkompetensi adalah putra dan putri terbaik Papua,” harap Emus, kepada sejumlah wartawan, kemarin.
Ia sendiri tidak sepakat dengan adanya tindakan tidak beretika, seperti fitnah bahkan black campaign oleh oknum tertentu yang berdampak pada kekisruhan antar pendukung calon.
 “Saya melihat banyak yang menjatuhkan elektabilitas seseoarang dengan cara yang kurang etis seperti menyebarkan foto-foto di media sosial kita harap ini bisa ditindak lanjuti oleh aparat penegak hukum siapa penyebarnya,” tandasnya.
Emus Gwijangge mengaku jika soal penyebaran foto-foto gubernur di media sosial itu, pihaknya akan membentuk tim dan melaporkan semua dugaan pencemaran nama baik Gubernur Papua.
Untuk itu, ia meminta lawan politik untuk melakukan cara-cara yang bermartabat dalam menghadapi Pilgub 2018.
“Kita harap rekan-rekan dan lawan politik untuk melakukan cara-cara yang bermartabat. Jangan melakukan politik yang terlalu kotor dan segala cara untuk menjatuhkan kandidat lain,” pungkasnya. (Tiara)

Published in Sosial & Politik