Buntut Kasus Percobaan Pemerkosaan, Dua Rumah dan Satu Hotel Dibakar Massa | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Buntut Kasus Percobaan Pemerkosaan, Dua Rumah dan Satu Hotel Dibakar Massa

Headline Penulis  Kamis, 07 April 2016 15:46 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI- Kerusuhan antar dua kelompok warga, yaitu dari warga di Kampung Kehiran dengan warga dari suku Pegunungan, di Kampung Kehiran, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (6/4) kemarin pagi sekitar pukul

05.20 WIT. mengakibatkan kerugian ratusan juta dan dua orang luka-luka. satu unit hotel ludes terbakar dan Selain hotel, satu unit rumah dan satu pondok juga ikut dibakar.

Kapolres Jayapura, AKBP Sondang R. D. Siagian, S.Ik, saat diconfirmasi menjelaskan, satu hotel, satu rumah dan satu pondok itu dibakar di Jalan Kehiran.

Kejadian ini dipicu adanya kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh lima (5) orang kelompok pemuda terhadap korban yang dicegat para pelaku di sekitar Jembatan Kehiran. Akibat kejadian ini meluas hingga aksi kekerasan dan pembakaran.

Selain hotel, rumah dan pondok yang dibakar, ada juga warga yang luka-luka. Yaitu dua warga dari Kampung Kehiran bernama Enjel Wally dan Albin Sefret Wally yang mengalami luka pada bagian paha sebelah kiri karena terkena anak panah. Kalau dari kelompok penyerang, satu orang yang jadi korban yakni diduga sebagai pelaku berinisial GP, kata Kapolres Sondang ketika dikonfirmasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (6/4) kemarin pagi sekitar pukul 09.00 WIT.

Informasi yang didapatkan, kejadian ini terjadi sekitar pukul 03.15 WIT, korban hendak pulang ke rumahnya usai mencari suaminya di areal pemancingan di Kehiran. Namun setibanya di TKP atau Jembatan Kehiran, korban dicegat sekitar lima (5) orang lalu mencekek leher dan merobek baju korban. Tetapi, korban yang berusaha melawan sehingga berhasil kabur menuju Kampung Kehiran guna meminta tolong.

Sekitar pukul 03.20 WIT, masyarakat di Kampung Kehiran yang mendengar teriakan meminta tolong dari korban pun langsung keluar dari rumah dan menanyakan kepada korban, kemudian korban memberitahukannya langsung kepada warga bahwa di Jembatan Kehiran ada sejumlah masyarakat yang mau memperkosa dirinya.

Usai mendengar cerita dari korban, masyarakat sekitar Kampung Kehiran langsung menuju Jembatan dan mengamankan para pelaku, sehingga masyarakat Kampung Kehiran menghubungi anggota Polisi yang ada di Pos Pol Pasar Lama Sentani untuk melaporkan kejadian tersebut.

Saat diamankan ke Pos Polis Pasar Lama Sentani, satu dari lima pelaku berhasil kabur dengan cara melompati mobil, kemudian satu pelaku ini menuju rumahnya guna meminta bantuan kepada sanak keluarganya.

Tak lama pelaku bersama empat rekannya langsung melakukan penyerangan terhadap masyarakat di Kampung Kehiran. Karena jumlah dari para pelaku yang sedikit, sehingga mereka kabur. Masyarakat yang sudah sangat kesal langsung mengejar para pelaku hingga ke rumah dan langsung melakukan pembakaran terhadap satu rumah dan satu pondok milik para pelaku.

Selanjutnya, beredar adanya informasi bahwa para pelaku akan melakukan pembalasan maka masyarakat di Kampung Kehiran yang berjumlah ratusan langsung bergerak sambil membawa senjata tajam (Sajam) seperti parang dan panah menuju pertigaan Jalan Kehiran, dan setibanya di lokasi masyarakat langsung membakar satu hotel yang disekitar lokasi karena diduga sering digunakan sebagai tempat mengonsumsi minuman keras (Miras) dan mesum.

Kejadian pembakaran ini sudah terjadi, dan saya harapkan kepada masyarakat untuk meninggalkan tempat ini. Kami harapkan kepada masyarakat untuk tenang dan tanggung jawab kami sebagai pihak keamanan untuk memadamkan api dan mengamankan lokasi ini, ucap Kapolres Sondang saat membubarkan massa.

Lanjut dia, bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura untuk menindaklanjuti agar hotel yang dibakar ini ditutup dan perizinannya dicabut.

Saya minta agar masyarakat kembali ke kampung supaya tidak ada lagi aksi-aksi balasan yang bisa menelan korban jiwa, pintanya.

Seluruh korban saat ini tengah berada di RSUD Yowari, sedangkan satu pelaku berinisial GP dirawat di RS Bhayangkara Polda Papua, di Kota Jayapura, untuk mendapatkan perawatan tim medis.

Hingga saat ini, polisi maish berjaga di lokais kejadian guna mencegah konflik berkepanjangan. Tidak ada korban jiwa, namun mereka baik itu para korban maupun satu orang pelaku mengalami luka-luka.

Dibaca 986 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.