Akibat Lalai, Novan Tewas Terkena Peluru | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Akibat Lalai, Novan Tewas Terkena Peluru

Headline Penulis  Selasa, 10 Maret 2015 17:39 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, Akibat kelalaian oknum anggota TNI AD, Praka Dedy dari  Batalyon 755/Yalet, Novan bocah berusia 6 tahun tewas diterjang peluru, di pagi hari yang naas kemarin.
"Oknum anggota itu sudah ditahan oleh polisi militer di Merauke," kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel TNI Rikas Hidayatullah ketika dihubungi melalui telephon sellulernya.
Menurutnya, oknum anggota itu kini sedang menjalani pemeriksaan akibat dari kelalaiannya ketika memeriksa senjata api di Bandara Mopah.
"Sedang diperiksa untuk penyelidikan lebih lanjut, nanti kalau ada perkembangan selanjutnya akan disampaikan," katanya.
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari berbagai sumber, peristiwa naas itu terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 08.40 WIT di Bandara Mopah, Merauke.
Ketika itu, oknum anggota atas nama Praka Dedy yang merupakan perwakilan dari Batalyon 755/Yalet tengah melaporkan senjata api jenis FN milik Kabekang Kodam XVII/Cendrawasih yang akan berangkat ke Jayapura.
Pada saat mengosongkan senjata untuk memastikan benar-benar kosong tidak ada pelurunya, onkum anggota itu mengarahkan senjata api ke di dinding sekat kantor milik maskapai Sriwijaya Air yang terbuat dari triplek.
Ketika pelatuk ditarik ternyata senjata FN tersebut ada pelurunya sehingga meletus dan tembus dinding maskapai Sriwijaya Air dan mengenai dada Sugiono (32), penumpang tujuan Jogyakarta.
Selain itu, peluru tersebut juga mengenai anaknya Novan yang saat itu digendong. Novan (6) pun tewas di tempat.
Sementara itu secara terpisah, Danrem Merauke Brigjen TNI Supartodi yang dihubungi wartawan mengaku siap bertanggungjawab atas peristiwa itu. "Itu karena kelalaian dan akan diselidiki lebih lanjut. Saya minta maaf kepada keluarga korban atas persitiwa itu," katanya.
Danrem juga membantah oknum anggotanya dalam keadaan pengaruh minuman beralkohol pada saat kejadian.  “Tidak ada itu, anggota itu tengah mengosongkan senjata dan kemudian meletus,” jawab Danrem ketika ditanya apakah Praka DY dalam keadaan mabuk saat itu.
Kasus ini sendiri, kata Danrem masih diselidiki oleh pihak Polisi Militer. “Masih diperiksa,” singkatnya sambil menjelaskan bahwa dirinya telah memberikan keterangan pers kepada wartawan saat di TKP maupun di Rumah Sakit. (Fani)

Dibaca 361 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.