DPR Papua Kampanyekan Stop Kekerasan Anak | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

DPR Papua Kampanyekan Stop Kekerasan Anak

Headline Penulis  Senin, 04 April 2016 11:38 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Suasana Kampanye Stop Kekerasan Terhadap Anak dikawasan Taman Imbi, Kota Jayapura, Sabtu (2/4).

 

Jayapura,- Dewan Perwakilan Rakyat Papua menggelar kampanye stop kekerasan terhadap anak yang dipusatkan di Taman Imbi, Kota Jayapura, Sabtu (2/4) pagi. Kampanye ini diikuti oleh sejumlah perwakilan Taman Kanak-Kanak maupun Sekolah Dasar di tiga Kabupaten, Provinsi Papua.

Wakil Ketua III DPR Papua, Yanni dalam sambutannya menegaskan bahwa kekerasan anak terjadi karena adanya pelantaran oleh orang tuanya. “Kalau tidak ingin ditelantarkan oleh anak-anak kita mendatang, maka jangan telantarkan anak – anak kita dari sekarang. Sebab anak adalah titipan Tuhan,” kata Yanni, Sabtu (2/4).
Menurut Yanni, angka kekerasan terhadap anak telah menjadi masalah serius di Papua dan butuh perhatian khusus. Dimana dampak dari kekerasan anak, tidak hanya merusak masa depan anak, tetapi juga tatanan sosial.
“Anak-anak adalah pewaris keluarga dan pelanjut cita-cita bangsa. Siapa pun pasti sepakat, kekerasan anak,  baik kekerasan fisik maupun seksual tidak dapat dibenarkan dan tidak boleh dibiarkan,” kata dia. Sesungguhnya, sambung Yanni, negara telah memberikan proteksi terhadap ancaman tindak kekerasan terhadap anak melalui UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Apabila bangsa berperan aktif, tidak mustahil Indonesia menjadi negeri ramah anak.
Posisi pemuda di Papua dinilai memiliki posisi yang penting sebagai pelopor dalam upcaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Salah satunya dengan menghayati dan melaksanakan secara konsisten UU Perlindungan Anak.  “Saya ingin bersinergi dan bersosialisasi UU Perlindungan Anak dalam bentuk buku saku,” terangnya.
Yanni pun mengajak para anak-anak untuk berani melaporkan orang tua ataupun masyarakat sekitar yang melakukan tindak kekerasan terhadap anak dibawah umur. “Kalau ada kekerasan anak, boleh dilaporkan kepada
saya ataupun bapak polisi,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Yanni yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua mengapresiasi kepedulian Farida yang turut mempelopori terselenggaranya Kampanye stop kekerasan terhadap anak di Papua. “Kalau bukan kita yang memperhatikan anak, siapa lagi,” imbuhnya. Seorang pemerhati Anak di Kota Jayapura, Nanik menyakini anak-anak
dapat membawa anugerah dan berkah ditengah-tengah keluarga. Ia pun mengapresiasi langkah DPR Papua yang turut peduli terhadap anak dengan mengkampanyekan stop kekerasan terhadap anak. (Syaiful)

Dibaca 402 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.