Boy Dawir Resmikan 26 Posko Pemenangan BMD | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Boy Dawir Resmikan 26 Posko Pemenangan BMD

Headline Penulis  Senin, 04 April 2016 11:37 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Bakal Calon Walikota Jayapura, Boy Markus Dawir (BMD) saat meresmikan salah satu posko dari 62 posko yang diresmikan,  Sabtu (2/4) akhir pekan kemarin.

 

“BMD : Bila Saya Terpilih, Tidak Ada Diskriminasi di Kota Jayapura”

Jayapura : Bakal Calon Walikota Jayapura, Boy Markus Dawir yang juga biasa disapa BMD terus menggalang simpati rakyat. Ini terlihat pada akhir pekan lalu, kembali  BMD meresmikan 26 Posko Pemenangan, sehingga

total Posko Pemenangan yang sudah  diresmikan sebanyak 62 Posko, dari target 1000 Posko yang didirikan.
Dari hasil pantau Pasific Pos dilapangan, bahwa warga yang hadir dalam peresmian itu, pada dasarnya menginginkan perubahan pembangunan yang lebih baik, baik dari segi pendidikan yang tidak memberatkan atau pembebasan biaya pendidikan bagi semua pihak tanpa membedakan satu sama lain, juga tidak ada diskriminasi dalam pemerintahan, pembangunan infrastruktur dasar yang memadai dan peningkatan pendapatan ekonomi keluarga.
Bakal Calon Walikota Jayapura, Periode 2017-2022,  Boy Markus Dawir, mengatakan, dalam rangka Pemilukada Kota Jayapura, dirinya dan tim pemenangan terus melakukan konsolidasi ke masyarakat. Dimana sampai dengan hari ini (Sabtu,red) telah membangun 62 Posko kendali dari 1000 posko kendali yang akan dibangun.
Ia mengemukakan alasannya ia lakukan hal itu, karena dari pengalaman Pemilu selama ini yang sudah dialami pihaknya, sehingga  BMD membutuhkan orang-orang kepercayaan yang harus berada di setiap tingkatan lapisan masyarakat, baik di tingkat distrik, kelurahan/kampung dan RT/RW.
“Dari evaluasi selama 6 Pemilu di Kota Jayapura ini, inilah yang kami lakukan untuk membangun tim kerja yang solid/kuat untuk meminta dukungan rakyat untuk sama-sama bekerja membangun Kota Jayapura bila direstui Tuhan untuk memimpin kota ini,” kata BMD kepada wartawan usai meresmikan 26 Posko Kendali Pemenangan di Kota Jayapura, Sabtu, (2/4) akhir pekan kemarin.
Dikatakan, dari visi misi ini apakah  nantinya diterima rakyat ataukah tidak, itu akan terlihat dalam hasil Pemilukada 15 Februari 2017 mendatang. Namun, disini tentunya strategi dipasang untuk mendapatkan kepercayaan rakyat secara baik.
Dijelaskannya, ada 8 unit kerja Posko kendali, baik itu Partai Demokrat, Barisan Massa Demokrat, BMD Fans Clup, Sahabat BMD, BMD Ureto, BMD Viktori, BMD menyapa dan lainnya yang tersebar di kelurahan/kampung, distrik dan RT/RW yang bekerja saat ini dan terus kedepannya.
“Sisa 938 Posko kendali yang harus kami bangun lagi, dan sekarang ini tim lagi kerja, karena target Kami harus menang,” jelasnya.
Lanjut dikatakannya, dalam Pemilukada kali ini, tentunya pihaknya berhadapan dengan incumbent, tetapi baginya incumbent kali ini pada 15 Juli 2016 sudah habis massa jabatannya dan kembali sebagai masyarakat biasa, kecuali incumbent tersebut akan diperhitungkan dengan matang ketika masih mejabat sebagai Walikota Jayapura hingga Pemilukada Kota Jayapura selesai.
Meski demikian,kata Politisi Partai Demokrat itu,  dari evaluasi Pemiluada 2015 pada 11 kabupaten, bahwa incumbent yang baik itu sudah habis masa jabatan maupun yang masih aktif menjabat, itu tidak menjadi jaminan untuk menang. Tetapi itu dilihat dari apa yang incumbent tersebut lakukan selama 5 tahun menjabat.
“Bila ia menabur baik pasti menuai dengan baik, tetapi bila menabur kurang baik kepada rakyat, pasti akan kalah, “ ujar Boy.
Menurut  BMD yang juga Ketua Komisi IV DPR Papua itu, hal ini sudah terbukti pada beberapa kabupaten Pemilukada 2015 lalu, contohnya Bupati Supiori yang masih aktif menjabat hingga 21 Mei 2016 ini, tetapi rakyat tidak memberikan dukungan suara (itu berarti rakyat tidak simpati), demikian di Bupati Merauke, Rumanus Mbraka yang masih aktif menjabat sampai sekarang tetapi juga tidak dipilih rakyatnya pada Pemilukada 9 Desember 2015, tetapi rakyat memilih Fredy Gebze sebagai Bupati Merauke.
“Satu hal bagi Saya adalah apakah kepala daerah itu masih aktif atau sudah turun jabatan, itu tidak menjamin untuk menang,” tandas Boy Dawir.
Kemudian  kata  Boy  Dawir, terkait dengan dukungan Partai Politik (Parpol) itu juga bukan menjadi ukuran, karena pada Pemilukada 2015 parpol besar mendukung kandidat tertentu, tetapi hasil pemilunya rakyat tidak menyukai kandidatnya. Inilah menjadi catatan penting bagi dirinya.
Diakuinya, belajar dari pengalaman yang ada, maka dirinya memilih terjun langsung ke masyarakat untuk menanyakan apa yang rakyat mau, yang nantinya dikerjakan bila dipercaya rakyat Kota Jayapura memimpin Kota Jayapura. Dan ini tentunya upaya untuk menyenangkan dan mendapat simpati hati rakyat untuk memilih dirinya, karena sangat disadari bahwa dirinya hanyalah memiliki satu suara, sedangkan sisa suara lain milik rakyat.
“Saya harus turun ke rakyat untuk tanya apa yang rakyat mau, dan bersama rakyat untuk membangun Kota Jayapura ini untuk  menjadi kota yang indah, kota yang maju pembangunannya, kota yang meningkat pendapatan ekonomi rakyatnya, dan kota yang membawa kedamaian di hati rakyat,” imbuhnya.

BMD menambahkan, kondisi saat ini begitu banyak permasalahan yang terjadi, diantaranya masalah diskriminasi otonomi khusus bagi rakyat di kota ini, diskriminasi dalam pelayanan infrastruktur dasar bagi rakyat seperti air bersih, jalan jembatan dan lainnya yang perlu dibenahi kedepannya.
“Kalau Saya direstui Tuhan dan dipercayakan rakyat memimpin Kota Jayapura ini, maka tidak ada diskriminasi dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan, tetapi semua itu saya perhatikan dan bangun apa yang menjadi kebutuhan rakyat,” tandas BMD.
Disampin itu, dirinya berjanji, bila terpilih pada Pemilukada Kota Jayapura Tahun 2017, bahwa dengan APBD Kota Jayapura yang ada, dan upaya lainnya, dirinya mengupayakan pembebasan biaya pendidikan bagi semua peserta didik. Termasuk memberikan insentif bagi RT/RW setiap bulannya Rp. 500 ribu.
“Jadi bukan lagi  Rp.500 ribu per triwulan. Karena kita juga tahu disini tugas RT/RW itu sangat berat dalam melayani rakyat. Termasuk kebijakan-kebijakan pro rakyat lainnya yang memihak bagi rakyat, “ tutup BMD. (Yuni)

Dibaca 527 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.