Kedatangan Menkopolhukam RI Dinilai Tidak Ada Progress Apapun | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Kedatangan Menkopolhukam RI Dinilai Tidak Ada Progress Apapun

Headline Penulis  Kamis, 31 Maret 2016 13:43 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Anggota Komisi I DPR Papua yang membidangi, Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Ruben Magai

 

Jayapura :  Anggota Komisi I DPR Papua yang membidangi, Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Ruben Magai menilai kedatangan Menkopolhukam RI, Luhut B Panjaitan ke Papua, tidak ada progress apapun dalam penyelesaian masalah Papua.

“Ya, kami menilai tidak ada progress atau sesuatu yang baru terhadap penyelesaian masalah Papua,” kata Ruben Magai ketiak ditemui Pasific Pos di ruang kerjanya, Rabu (30/3) kemarin.
Bahkan Politisi Demokrat itu menilai kedatangan Menkopolhukam ke Papua hanya asebagai cara seremonial saja dan tidak membawa hal-hal yang baik untuk penyelesaian masalah Papua.
“Itu biasa datang dan pergi saja. Jadi, dia menterinya yang datang, presiden yang datang sampai bicara pasar mama-mama, pengungkapan pelanggaran HAM, penembakan di Paniai dan terus peletakan batu pertama di Sentani, tapi sampai hari ini bangunan tidak jalan dan jelas. Jadi kedatangan Luhut tidak ada progress apapun terhadap penyelesaian Papua,” tandasnya.
Selain itu, kata Ruben Magai, tidak ada permohonan maaf dari Menkopolhukam kepada orang Papua, setelah beberapa waktu lalu, Menkopolhukam sempat mengusir orang asli Papua dari tanahnya ke Melanesia.
Menurut legislator DPR Papua yang sangat vocal itu,  jika membicarakan pembangunan di Papua, hal itu sudah lama dilakukan pemerintah, termasuk di era Otsus. Dimana di era Otsus disampaikan bahwa Otsus gagal, rakyat Papua difasilitasi 2 kali oleh MRP sudah menyatakan gagal dan masyarakat juga minta dialog, namun pemerintah pusat masa
bodoh.
Bahkan, melalui Jaringan Damai Papua draftnya sudah dikasih mengenai dialog Papua – Jakarta, mereka juga sudah menentukan siapa yang mewakili Papua. Hingga semua organ perjuangan rakyat Papua membentuk ULMWP.
“Jadi, Jakarta itu datang ke Papua hanya tipu-tipu orang Papua saja dan mereka pikir semua sudah beres, padahal masih banyak permasalahan di Papua, yang belum diselesaikan,” tandas Ruben, Dalam kesempatan ini, Ruben Magai  juga membeberkan permasalahan yang belum selesai itu, diantaranya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang hingga kini belum selesai.
“Pelanggaran HAM ini tidak akan selesai, jika pucuk pimpinannya dari militer maupun polisi karena mereka-mereka itu dianggap pelaku pada orde lama saat Papua jadi Daerah Operasi Militer.  Maka, tidak akan terselesaikan masalah pelanggaran HAM di Papua,” pungkasnya. (Yuni)

Dibaca 316 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX