Bupati Nduga Klarifikasi Soal Intimidasi Masyarakat di Mugi | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Bupati Nduga Klarifikasi Soal Intimidasi Masyarakat di Mugi

Headline Penulis  Rabu, 23 Maret 2016 12:32 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Bupati Kabupaten Nduga, Yarius Gwijangge

 

“Mungkin Anggota TNI Trauma, Sehingga lakukan Pemeriksaan”

Jayapura,- Bupati Kabupaten Nduga, Yarius Gwijangge mengklarifikasi adanya kasus laporan warga kepada anggota DPRD Kabupaten Nduga yang menyatakan mereka telah mengalami perbuatan tidak manusiawi yang dilakukan oleh aparat TNI di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, beberapa hari lalu.

 “Minggu lalu, memang kebetulan anggota DPRD turun kelapangan untuk melakukan kunjungan kerja di Distrik Mugi. Lalu, masyarakat melaporkan kepada salah satu anggota DPRD, lalu anggota DPRD tersebut sampaikan kepada wartawan untuk dipublikasikan,
Namun yang bersangkutan belum pernah melihat langsung kejadian itu, baru sebatas laporan saja dari masyarakat,” kata Bupati Yarius Gwijangge saat dihubungi Pasific Pos lewat via telepon, Selasa (22/3) pagi.
Hanyasaja, kata Bupati Yarius Gwijangge, kejadian itu pernah terjadi dua kali penembakan terhadap aparat TNI yang melakukan pembangunan jalan Trans Papua di Mamugu – Nduga – Wamena itu.
Bahkan ungkapnya, pernah ada masyarakat menodong dengan senjata terhadap karyawan atau pekerja pembangunan jalan Trans Papua itu, lalu mereka minta uang kepada pekerja, sehingga perusahaan membayaruang Rp 500 juta kepada oknum masyarakat tersebut.
Selain itu, ujar Yarius Gwijangge, juga ada penembakan terhadap anggota TNI yang sedang mengerjakan pembangunan jalan, bahkan anggota TNI ada yang meninggal dunia akibat kejadian itu. Jadi, ada anggota yang meninggal dan dibawa ke Makassar,” ungkapnya.
Menurutnya, itulah sebabnya yang membuat anggota TNI yang bertugas melakukan pembangunan jalan Trans Papua itu, mengalami trauma.
 “Jadi, itu yang membuat anggota trauma, sehingga siapapun yang lewat melintasi daerah-daerah itu, anggota trauma jangan sampai ada yang datang mengaku diri sebagai masyarakat, lalu mengganggu mereka, sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap masyarakat,” jelasnya.
Untuk itu, kata Yarius Gwijangge, saat anggota TNI bekerja membangun jalan di daerahitu, jikasetiapadamasyarakat yang lewat, merekamelakukanpemeriksaan.“Ituhanyaakibat trauma dan mereka melakukan pemeriksaan biasa saja,” ucapnya.
Bahkan, Bupati Yarius Gwijangge mengaku pernah turun langsung kedaerah itu dan meminta kepada anggota TNI yang melakukan pekerjaan pembangunan jalan itu, tidak melakukan intimidasi kepada masyarakat.
 “Saya sampaikan kepada anggota TNI bahwa siapapun masyarakat yang lewat daerah ini, jangan lakukan intimidasi, pemeriksaan dan jangan diganggu.Jika masyarakat lewat dengan aman-aman,jangan ganggu mereka,” imbuhnya,
Dikatakan, jika ada penembakan, ia meminta kepada anggota TNI untuk tidak semena-mena bertindak, tetapi harus melaporkan kepada bupati untuk melakukan pendekatan secara persuasive kepada masyarakat dan tidak melakukan kekerasan kepada masyarakat.
 Bupati Gwijangge mengakui juga pernah turun bersama Panglima Kodam XVII/Cenderawasih  kedaerah tersebut. “Hanya akibat trauma itu, mereka (anggota TNI) sering menanyakan kamu dari mana.Itu juga karena TNI trauma karena pernah ditembak hingga 1 orang anggota meninggal dunia.Itu yang membuat mereka trauma dan waspada, tapi sebetulnya tidak ada masalah, mereka baik-baik dan aman terkendali,” terang Yarius Gwijangge.
Apalagi, tambah Bupati Gwijangge, di daerah itu, ia termasuk panglima besar sehingga semua harus lapor dan mendengarkannya demi keamanan di daerah itu. “Jadi, tidak ada gangguan fatal terhadap masyarakat, dan sementara ini berjalan baik-baik,” ujarnya.
Menurut Bupati Gwijangge untuk mempermudah komunikasi antara distrik satu dengan distrik lain, untuk lapor anggota ke anggota yang lain, sudah di pasang alat komunikasi untuk mempermudah komunikasi termasuk dengan pemerintah daerah.
 “Saya sendiri selalu katakan kepada aparat dan masyarakat bahwa sebetulnya di daerah itu aman-amansaja, “ tutup Yarius Gwijangge. (Yuni)

Dibaca 1522 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.