24 Orang Luka-Luka, 35 Mobil Rusak | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

24 Orang Luka-Luka, 35 Mobil Rusak

Headline Penulis  Senin, 21 Maret 2016 14:20 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Suasana Dikawasan Padang Bulan Ketika Bentrok Dua Kelompok Masyarakat Lanny Jaya, Sabtu (19/3).

 

“Bentrok Masyarakat Lanny Jaya di Padang Bulan”

Jayapura,- Kawasan Jalan Sosial Padang Bulang, Kota Jayapura memanas, akibat bentrok dua kelompok masyarakat Lanny Jaya,  ketika prosesi bakar batu peresmian asrama mahasiswa Lanny Jaya, Sabtu (19/3) sore.

24 orang warga dinyatakan menjadi korban bentrokan, serta sedikitnya 35 kendaraan roda empat dilaporkan rusak terkena lemparan batu. Akses Jalan Sosial Padang Bulan diblokir masyarakat yang terlibat dalam bentrokan dua kelompok warga Lanny Jaya.
Peresmian asrama ini diikuti masyarakat dan mahasiswa Lanny Jaya,  kemudian diarahkan menuju ke lapangan bola  Perumnas 4 Padang Bulan untuk mengikuti acara Adat Bakar Batu yang dihadiri oleh Klemen Tinal, SE, MM (Wakil Gubernur Papua),  Befa Jigibalom, SE, M.Si (Bupati Kabupaten Lanny Jaya).
Kapolsek Abepura, Kompol Marthen W. Asmuruf yang dihubungi by phone mengatakan,  bentrok dua kelompok warga, terjadi disaat pesta syukuran peresmian asrama mahasiswa Lanny Jaya.
Lanjut Asmuruf, disaat 3000-an orang yang hadir dalam pesta tersebut sedang menyantap makanan umbi-umbian, sayur dan 200 ekor wam atau daging babi yang telah dimasak bakar batu, tiba-tiba muncul seorang warga yang diduga dipengaruhi minuman keras naik keatas panggung dan merampas mikrofone dari panitia acara dan berteriak “Befa Jigibalom tak boleh pimpin Lanny Jaya dua  periode.
Ucapan itu lantas membuat marah yang hadir pada acara tersebut, hingga mengakibatkan lelaki yang dipengaruhi minuman keras terus dipukuli massa.
Kericuhan pesta bakar batu tak berhenti sampai disitu, keluarga dari seorang warga yang dipengaruhi miras ini pun marah, lantaran keluarganya dipukuli. Bentrok massa pun tak terhindari.
Ribuan perempuan dan anak-anak kocar-kacir berusaha keluar dari lokasi kejadian.  Kapolsek juga menyayangkan mengapa kegiatan yang melibatkan ribuan orang ini panitia tidak berkoordinasi dengan pihak kepolisian. "Kami tak diberitahu ada kegiatan ini. Jika ada pemberitahuan, pasti akan kami kawal. Apalagi ini dalam jumlah massa yang banyak,” kata Asmuruf.
Kapolsek juga menjelaskan bahwa untuk korban luka luka sudah diobati di rumah sakit Abepura sementara untuk mobil mobil yang rusak atau motor yang rusak penggantian biaya kerusakan ditanggung sepenuhnya oleh Bupati Lani Jaya, Befa Jigibalom.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Patrige saat dikonfirmasi membenarkan keributan dua kelompok warga, dalam acara bakar batu peresmian Asrama Lanny Jaya di Jalan Sosial Padang Bulan, Kota Jayapura.
“Keributaan ini pecah pukul 16.45 WIT, ketika berlangsung bakar batu yang dihadiri Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom,” ungkap Patrige, Sabtu (19/3).  
Berdasarkan penyelidikan awal, terang Patrige, keributan dua kelompok massa bermula salah seorang masyarakat naik ke panggung dan merampas micropone. Masyarakat tersebut, kemudian melontarkan kata-kata, bahwa Bupati Befa Jigibalom tidak akan terpilih dua periode.
Perkataan masyarakat tersebut sempat mendapat respon Bupati Befa, dengan meminta turun dari pangung dan tidak boleh berbicara seperti itu. Ulah masyarakat itu juga membuat geram kelompok pendukung Bupati Befa, dengan melakukan penyerangan terhadap masyarakat tersebut.
Buntutnya, keluarga dari masyarakat yang menjadi korban penyerangan tidak terima dan langsung melakukan penyerangan balik terhadap kelompok pendukung Bupati Befa. Akibat dari bentrokan ini, 24 masyarakat Lanny Jaya mengalami luka-luka, serta 35 mobil menjadi korban pelemparan batu.
“Banyak mobil yang rusak, dan masyarakat sempat melakukan pemblokiran Jalan Sosial Padang Bulan, dengan cara duduk di tengah jalan,” jelas dia.
Pasca keributan, sambung Patrige, Kapolsek Abepura Kompol Asmuruf mendatangi lokasi kejadian. “Aparat kepolisian setempat sudah berkoordinasi dengan Bupati Lanny Jaya, sementara kasus ini masih dalam proses pendalaman,” kata mantan Wadir Intel Polda Papua ini. (Syaiful/Fani)

Dibaca 396 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.