Elvis Tabuni : Sistem Noken Budaya Papua dan Diakui Negara | Pasific Pos.com

| 21 July, 2019 |

Elvis Tabuni : Sistem Noken Budaya Papua dan Diakui Negara

Headline Penulis  Kamis, 17 Maret 2016 13:20 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ketua Komisi I DPR Papua Elvis Tabuni

 

Jayapura,- Ketua Komisi I DPR Papua Elvis Tabuni menilai system noken dalam Pemilihan Kepala Daerah sudah menjadi budaya orang Papua dan diakui oleh negara. Ia memandang keliru bila system noken dihapus.

“Noken merupakan adat wilayah Pegunungan tengah dan  pemilihan sistim noken sudah diputuskan oleh MK  hingga kini diakui negara dan dunia internasional, sehingga tidak bisa dihapus.  Kalau dihapus saya tidak setuju,” kata Elvis Tabuni kepada wartawan, Rabu (16/3).
Menurutnya, pesta demokrasi di Papua memiliki perbedaan kondisi dan adat budaya seperti daerah Pantai tak sama dengan di daerah Pegunungan. Dimana pemilihan DPR, DPR RI, Bupati dan Wakil Bupati, dan Gubernur Papua tetap menggunakan sistim noken dan sudah berjalan turun temurun.
 “Sistem noken sudah diakui Negara, apalagi Noken sudah jadi turun temurun dipakai dan sudah jadi warisan dunia, jadi tak bisa dihapus,”ujarnya.
Komisi I DPRP menyarankan agar adanya perbaikan regulasi system noken di Papua. “Jadi masyarakat yang memiliki hati nurani untuk memilih pemimpinnya atau calon yang dijagokan di isi melalui noken. Kalau sudah adat dan budaya, maka tidak bisa dihapus,” tegasnya.
Elvis selaku orang pegunungan mengklaim tak memiliki kewenangan mengatur apa yang menjadi budaya adat di daerah Pantai. Begitupun sebaliknya, budaya masyarakat pantai tak bisa diatur oleh masyarakat Pegunungan.
 “Kami komisi I DPR Papua berhak memproteksi kinerja pemerintah dan sistim di Pemerintah, karena bidang kami dibagian politik, pemerintahan, hukum dan HAM, dan komisi juga berbeda bidang, bukan mengurusi sistim pemerintahan yang ada,” ujarnya. (Syaiful)

Dibaca 637 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.