Janji Pulang Ternyata Berpulang Selamanya | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Janji Pulang Ternyata Berpulang Selamanya

Headline Penulis  Kamis, 17 Maret 2016 13:18 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Istri, anak dan keluarga korban saat melihat jenasah korban tiba di RS Bhayangkaras

 

Kapolda : Ini adalah tindakan biadab

Jayapura, Isak tangispun pecah saat jenasah keempat korban penembakan di Sinak tiba di Rumah Sakit Bhayangkara. “Bapa ko janji pulang kemarin, kenapa sekarang ko pergi selamanya,” ujar anak dari almarhum Andreas.

“Kemarin hari Minggu saat kami di pantai, Andi  menelphon katanya mau turun via Nabire ternyata yang turun jenasah,” Ujar Alfius Demena adik kandung almarhum kepada wartawan saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara kemarin.  
Alfius Demena mengatakan bahwa tiga korban atas nama Andrias Demena, David Demena dan Daud Demotouw merupakan satu keluarga. Dimana Andrias yang biasa dipanggil Andi menginggalkan seorang istri dan tujuh orang anak. Anak terkecil saat ini masih bersekolah di Sekolah Dasar.
Dikatakan pula, Andrias sudah bekerja di PT Modern ini hamper duapuluh tahun. Dan jenasah ketiga almarhum korban penembakan ini akan dibawa ke Depapre kabupaten Sentani untuk dimakamkan.
Sementara itu korban atas nama Yohanis yang bias dipanggil Anis meninggalkan seorang istri dengan tiga orang anak yang masih kecil kecil. “Yang paling besar baru kelas 6 SD. Yang kecil lagi digendong teman-teman,” ujar teman sejawat istri almarhum.
Istri dari almarhum Yohanis , Yuli Rita tidak dapat menahan kesedihannya. PNS Bekangdam XVII/Cendrawasih ini tampak beberapakali pingsan. Dan ketika sadar Yuli menangis terus, sementara kedua anaknya hanya memandang sang ibunda .
Almarhum Yohanis Tiku Marampak, sore kemarin diberangkatkan ke tanah Toraja dengan menggunakan maskapai Batik Air.
Sementara itu dari hasil visum yang dilakukan oleh Kompol dokter Edi dari RS Bhayangkara dan dokter Eko dari RSUD dok 2 diketahui, Yohanis Tiku Marampak mengalami luka tembak dipunggung kiri, luka tembak lengan kiri, sayatan benda tajam di kepala. David Demena mengalami luka dibagian kepala serta ditemukan 1 proyektil di dada sebelah kanan. Andreas Demena alias Andi mengalami luka tembak pada lutut sebelah kiri dan Yohanes Daud Demoto mengalami luka tembak pada bahu kanan, luka pada tangan kanan.
Kapolda Papua , Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada keluarga korban di rumah sakit Bhayangkara mengatakan, bahwa kepolisian bekerjasama dengan TNI akan melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan. “Ini adalah tindakan biadab oleh pelaku karena itu kami bersama aparat TNI akan mengupayakan untuk mengejar dan menangkap pelaku,” ujar Kapolda di hadapan keluarga.
Kapolda meminta agar keluarga dapat bersabar dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak yang berwajib.
Sementara itu pimpinan PT Modern, David Johan yang ditemui di RS Bhayangkara  menjelaskan bahwa pihaknya sudah bekerja di kabupaten Puncak khususnya distrik Sinak sejak tahun 2009. “Kami lagi membuka ruas jalan baru. Jalan sepanjang 4 km dan ini merupakan proyek APBN.
Ketika ditanya apakah pihak keluarga korban akan mendapat santunan, David Johan mengatakan saat ini pihaknya masih memikirkan soal pemakaman dan pengiriman jenasah dulu.  “Untuk santunan akan kami lihat nanti, khan ada dasar dasarnya nanti. Yang penting urus jenasah dulu,” ujarnya kepada wartawan.
Ketika ditanyakan apakah PT Moderen mem[unyai bentuk kerjasama dengan pihak kepolisian dalam hal ini polda Papua atau pihak TNI dalam hal ini Kodam XVII/Cendrawasih, dengan tegas dikatakannya tidak ada. Namun dijelaskannya bahwa pimpinan pekerja di lapangan telah berkoordinasi dengan aparat keaman setempat. “ Anak anak di lapangan yang urus dengan aparat setempat. Kebijakan itu di  lapangam . Kami koordinasi dengan aparat setempat dan sudah ditempuh oleh anak buah saya di lapangan,” ujarnya mengakhiri perbincangan. (Fani)

Dibaca 457 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX