Bahas Soal system Noken, KPU Undang 14 Bupati Pegunungan Tengah | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Bahas Soal system Noken, KPU Undang 14 Bupati Pegunungan Tengah

Headline Penulis  Jumat, 11 Maret 2016 12:47 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy

 

Jayapura,- KPU Provinsi Papua bersama KPU RI dalam waktu dekat akan mengundang 14 kabupaten di Pegunungan Tengah dalam rapat pleno system penggunaan noken dalam pemilu pada 17 – 19 Maret 2016.

Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy  mengatakan, pihaknya juga akan menghadirkan para akademisi untuk membahas system noken dalam pilkada.
Selain itu, KPU Papua akan menghadirkan nara sumber Gubernur Papua, Bupati Jayawijaya, Bupati Lanny Jaya dan Bupati Mamberamo Tengah untuk memberikan pandangan tentang system Noken itu.
 “Mungkin dulu Bigmen, tapi sekarang tidak bigmen lagi, masyarakat silahkan menyalurkan aspirasinya,  tapi menyalurkan aspirasinya itu ke dalam noken, namun administrasinya tetap dilaksanakan oleh penyelenggara,” kata Adam Arisoy kepada Pasific Pos belum lama ini.
Yang jelas lanjut Adam, dalam system noken itu, tidak boleh bermain kapling suara seperti dulu lagi. “Itu tidak boleh seperti dulu lagi, karena barang sudah berlaku lama khan tidak semudah membalik telapak tangan,  Jadi kita akan rubah itu pelan-pelan, “ ungkapnya.
Dikatakan, soal system noken dalam pemilu itu, akan dibicarakan dalam rapat itu dan tiak ada istilah kapling suara.
 “Jadi tidak ada lagi kapling, nanti diarahkan tidak ada kapling, oke silahkan salurkan aspirasi, namun noken sebagai pengganti kotak suara,” terangnya.
Apalagi, kata Adam Arisoy, system informasi dan keterbukaan semakin luas dan KPU sendiri merupakan salah satu lembaga non pemerintah nomor 2 keterbukaannya, sehingga KPU Papua berusaha harus terbuka dan semua orang harus mengetahuinya.
 “Kita berdoa saja, 17 – 19 Maret, KPU RI dan KPU Provinsi Papua bersama 14 kabupaten akan melahirkan produk hukum khusus untuk Noken yang harus ditaati oleh semua, “ujarnya.
Adam Arisoy menuturkan, system noken itu sebenarnya bukan membodohi masyarakat, tapi ini satu persoalan yang terjadi pada masa lalu, masa kejayaan Golkar, PPP dan PDIP. Yang pada waktu itu, akibat keterlambatan logistik saja, makanya noken dijadikan kotak suara, sehingga membuat para pimpinan pada waktu itu meminta kepada masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya lewat Noken.
 “Dan, itu terjadi dan karena itu proses 5 tahun sekali, maka persoalan itu merembet ke semua Pegunungan Tengah Papua.  Jadi sekarang noken sebagia pengganti kotak suara, “ terangnya.
Namun tambah Adam, didalam proses selanjutnya, KPU Provinsi Papua lewat dua kali keputusan teknisnya, dan melalui rapat-rapat yang dilakukan oleh KPU Provinsi Papua dan KPU RI, satu minggu lalu, sudah rapat bersama 4 daerah khusus yakni Papua, Papua Barat, Aceh sama DKI Jakarta, untuk membuat 1 PKPU Khusus untuk 4 daerah, tentang apa saja keputusan yang ada di daerah itu, termasuk system noken, partai lokal, calon gubernur orang asli Papua dan seperti di DKI Jakarta dalam pemilihan jika belum ada yang menang 50+1 maka terjadi putaran kedua. (Yuni)

Dibaca 363 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.