GUBERNUR: KEPALA SKPD JANGAN MONOPOLI PEKERJAAN | Pasific Pos.com

| 23 May, 2019 |

GUBERNUR: KEPALA SKPD JANGAN MONOPOLI PEKERJAAN

Headline Penulis  Kamis, 10 Maret 2016 10:47 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP,MH

 

JAYAPURA,- Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP,MH mengaku banyak kepala SKPD menopoli pekerjaan atau bekerja sendiri tanpa melibatkan stafnya. “Saya dapat laporan ada berapa SKPD yang bermasalah.

Juga kepala SKPD kerja sendiri, kerja singel fighter dalam SKPDnya,” tegas Gubernur dalam arahannya pada apel gabungan di halaman kantor Gubernur, Senin (7/3) lalu.
Gubernur menegaskan, sebagai seorang kepala SKPD sudah sewajarnya mendelegasikan pekerjaan kepada bawahan. Cara kerja seperti ini salah satu penyebab terlambatnya penyampaian Surat Pertanggungjawaban (SPJ) karena tidak melibatkan bawahannya.
“Jangan atasan mau monopoli sendiri pekerjaan. tidak pernah mendelagasikan kepada bawahan. Hal ini yang menyebabkan beberapa pegawai yang datang demo, karena tidak senang pada atasannya,” jelasnya.
Menurutnya, sebagai seorang atasan tentunya harus sinergi dengan stafnya agar program tetap jalan,” atasan model seperti ini membahayakan, apalagi kalau jadi gubernur,” sambungnya.
Sebab kata gubernur, SKPD bukan suatu organisasi yang tidak mempunyai bawahan. “Saya harap ko kerja baik, bukan singel fighter dan tidak memimpin seperti organisasi yang tidak mempunyai bawahan, kau punya bawahan libatkan dan delegasikan setiap pekerjaan kepada mereka,” tegasnya.
Sementara itu Gubernur menilai sampai saat ini masih banyak pimpinan SKPD sering meninggalkan tempat tugas atau berangkat terus, tidak pernah mendelegasikan kepada bawahannya untuk berangkat.
“Jadi tolong pekerjaan apa saja harus melibatkan bawahan, saya harap pimpinan perhatikan hal ini. Pak sekda tolong komunikasikan dengan pimpinan SKPD, ini tidam boleh terjadi,” ucak Lukas Enembe.
Diakuinya, ada pimpinan SKPD yang setiap saat berangkat terus” itu kerja apa saja eh, jangan ikuti panggilan Jakarta. Sampai hari ini ko tinggal berangkat terus, hasilnya tidak ada. “Masalah ini menjadi perhatian bagi pimpinan SKPD, saya berharap jangan berangkat terus karena undangan atau seminar di Jakarta,” tambahnya. (Bams)

Dibaca 322 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.