Kabupaten Mimika dan Mappi Belum Tetapkan APBD 2016 | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Kabupaten Mimika dan Mappi Belum Tetapkan APBD 2016

Headline Penulis  Jumat, 04 Maret 2016 18:42 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kepala Badan Pengelolaan Keungan dan Aset Daerah (BPKAD) Benyamin Arisoy

 

JAYAPURA,- Kabupaten Mimika dan Mappi belum menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) menjadi APBD tahun 2015. Dua daerah itu diminta cepat menetapkannya.

Kepala Badan Pengelolaan Keungan dan Aset Daerah (BPKAD) Benyamin Arisoy mengatakan, penetapan APBD itu harus segera dilakukan. Karena sangat berpengaruh kepada perekonomian di daerah tersebut.
“Dengan belum ditetapkan APBD, tentu berpengaruh terhadap pelayanan di Kabupaten setempat. Karena APBD di Papua menjadi pendorong utama perekonomian di daerah,” ucapnya.
Apalagi, kata Arisoy, Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota di Papua masih bergantung dengan APBD. “Perekonomian di daerah tentu sepi,  Penyebabnya APBD belum diketuk sementara perekonomian masyarakat sangat tergantung dengan APBD," ujar Arisoy lagi.
Lanjutnya, dana otsus dua kabupaten tersebut juga tidak akan ditransfer jika APBD induk belum ditetapkan. Pihaknya tetap berpegang pada komitmen akan menahan dana otsus kedua kabupaten tersebut sampai penetapan APBD.
Sebelumnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe memberikan peringatan keras kepada kabupaten/kota yang terlambat membahas dan menetapkan APBD. “Kabupaten yang belum membawa masuk pembahasan RAPBD sampai bulan Januari maka akan kita potong 25 persen dana Otsus (otonomi khusus, red) -nya. Sebab 80 persen dari total dana Otsus yang diterima Provinsi Papua diarahkan ke kabupaten/kota," jelas Gubernur Enembe.
Gubernur mengatakan penerapan sanksi tegas bagi kabupaten/kota yang terlambat membahas RAPBD, semata-mata untuk mendorong percepatan pembangunan di semua kabupaten/kota di Papua. Selain itu keputusan tersebut dalam rangka perbaikan dan penertiban tata kelola keuangan daerah di Provinsi Papua. (Bams)

Dibaca 584 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.