Sukseskan PON XX, Gubernur Temui Warga Kampung Harapan | Pasific Pos.com

| 5 December, 2019 |

Sukseskan PON XX, Gubernur Temui Warga Kampung Harapan

Headline Penulis  Rabu, 02 Maret 2016 15:16 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua Lukas Enembe Bersama Masyarakat Kampung Harapan Usai Bertatap Muka Membahas Masalah Pembangunan Stadion Utama, Selasa (1/3)

 

Jayapura,- Guna mensukseskan PON XX Tahun 2020 sekaligus mematangkan pembangunan Venus PON XX, Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Ketua DPRP, Yunus Wonda menemui warga yang mendiami lokasi

pembangunan Stadion Utama Sarana Prasarana PON XX tahun 2020 di Kampung Harapan Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Selasa (1/3).
Tatap muka yang dipandu oleh Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Papua, Elia Auri dihalaman Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, juga dihadiri Sekda Papua TEA Herry Dosinaen dan sejumlah anggota DPR Papua, termasuk Ketua Komisi IV DPRP bidang Infrastruktur, Boy Markus Dawir
Kepada masyarakat, Gubernur Enembe menyampaikan beberapa hal terkait rencana pembangunan Stadion yang akan dimulai bulan Maret ini. Menurutnya, ini sudah waktunya, Papua menjadi tuan rumah PON yang pertama diwilayah Indonesia Timur.  
Menurut Gubernur, pembangunan Venus akan dimulai Maret ini atau sekitar tanggal untuk peletakan batu pertama. Dimana pemerintah telah menyepakati pembangunan stadion utama dengan kapasitas lahan 62 hektar, sesuai Keputusan MA tahun 2014 lalu dan telah dibayar ganti rugi tanah oleh Pemerintah sebesar Rp 19,6 Miliar.
“Sebelum memulai pembangunan masyarakat yang ada di dalam lokasi harus mulai menyiapkan diri, jikalau nanti perlu penambahan areal. Sebab menurut konsultan luas 32 hektar itu masih sangat kecil untuk membangun sebuah stadion utama. Kalau idealnya 62 hektar,”ujar Enembe.  
Gubernur Enembe juga meminta dukungan semua masyarakat, dalam pelaksanaan PON XX. "Kita minta dukungan semua masyarakat Papua untuk menyukseskan ajang olahraga paling bergengsi ini, lebih khusus masyarakat yang tinggal di lokasi ini,"pintanya.
Pihaknya pun sangat menyakini apabila stadion telah dibangun areal ini, maka Kampung Harapan akan ramai dan sangat representatif untuk pelaksanaan PON. "Kalau kita tidak berhasil nanti akan jadi cerita. Nanti disangka pemerintah tidak berhasil. Kita sepakat dan berkomitmen untuk menyukseskan dengan waktu yang singkat. Kita berharap sejumlah venue yang akan dan sudah dibangun kita fokus disitu," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRP, Yunus Wonda meminta warga Kampung Harapan untuk memberi dukungan sepenuhnya atas pembangunan stadion, yang kedepan akan menjadi kebanggaan masyarakat Papua. "Kita akan terus membangun komunikasi, sehingga tidak terjadi konflik hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Yunus  Wonda pun mengajak semua masyarakat mengikuti ketentuan yang ada dalam memberikan dukungan kepada Pemerintah Papua. “Nantinya ini dapat dibangun dengan damai. Memang ada sebagian yang tidak merespon. Kita akan buka ruang diskusi, kita akan falisitasi ketika ada keluhan,"ujarnya.
Menanggapi penyampaian Gubernur Papua dan Ketua DPRP, Ondoafi Kampung Harapan, Yanggo menyatakan sangat dukungan terhadap pembangunan stadion di wilayah adatnya. Namun, pihaknya mengingatkan Pemerintah agar bangunan tersebut dapat digunakan terus menerus serta tidak diabaikan usai pelaksanaan PON.
 "Kami siap dukung program pemerintah. Cuma kami harap jangan sampai bangunan yang ada bernasib seperti Expo, jangan hanya dipakai untuk PON saja. Kami minta supaya bisa siapakan gelanggang olahraga bisa dimanfaatkan untuk masyarakat pakai,"pintanya.
Yanggo juga mengungkapkan bahwa masyarakat tetap pada pendirian, yang mana lokasi perumahan tidak akan digangggu. “Sebaiknya nanti dibicarakan bersama untuk tambah luasnya. Kami siap bantu program pemerintah begitupun sebaliknya,"tegas Yanggo.
Dukungan serupa juga disampaikan seorang pemuka adat lainnya, Afitson Karoba. Pria yang memiliki pabrik pengolahan kopi berskala industri rumah tangga ini meminta pemerintah juga menyiapkan tempat untuk relokasi.
 "Kami siap untuk pindah asal pemerintah sediakan rumah. Apalagi saya punya pabrik yang cukup besar dimana kopi ini sudah diekspor keluar negeri. Ini pemerintah harus lihat juga,"  tuturnya.
Usai tatap muka, Gubernur Enembe turut meninjau pabrik milik Afitson Karoba, yang berjarak beberapa meter dari tatap muka dengan masyarakat Kampung Harapan. Gubernur pun mengagumi hasil industry rumah tangga milik Afitson yang juga telah menembus pasar ekspor. (Syaiful)

Dibaca 1105 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik