Dua Kota di Papua Alami Deflasi | Pasific Pos.com

| 17 July, 2019 |

Dua Kota di Papua Alami Deflasi

Headline Penulis  Rabu, 04 Maret 2015 17:27 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ilustrasi.

Jayapura,- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua,  awal bulan Maret 2015 ini, merelease Indeks Harga Konsumen (IHK).
Bulan Februari 2015 kedua kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Papua yakni Jayapura dan Merauke  tercatat mengalami perubahan angka indeks yang sama, yaitu sama-sama mengalami penurunan angka indeks (deflasi).
 “Kota Jayapura mengalami deflasi 0,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 119,64 dan Kabupaten Merauke mengalami deflasi 0,93 persen dengan IHK sebesar 124,87,”jelas Kepala BPS Papua Didiek Koesbianto dalam release yang diterima redaksi semalam, Selasa (3/3).
Dijelaskannya dari 82 kota IHK tercatat 70 kota mengalami Deflasi (termasuk Kota Jayapura dan Kabupaten Merauke) dan 12 kota mengalami Inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 3,20 persen dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Manokwari 0,04 persen.
Deflasi tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi -2,35 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Jayapura 0,04 persen. Kota Jayapura menempati
Sedangkan untuk Laju inflasi bulanan Kota Jayapura sebesar -0,04 persen, lebih tinggi dibanding laju inflasi bulanan nasional sebesar -0,36 persen, sedangkan untuk laju inflasi tahun kalender (Februari 2015 terhadap Desember 2014) Kota Jayapura sebesar -0,47 persen, lebih tinggi dibanding dengan laju inflasi tahun kalender nasional sebesar -0,61 persen. Untuk laju inflasi year on year (Februari 2015 terhadap Februari 2014) Kota Jayapura 5,96 persen atau lebih kecil dibanding nasional yaitu sebesar 6,29  persen.
Deflasi di Kota Jayapura pada Februari 2015 terjadi karena adanya penurunan harga barang dan jasa yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok pengeluaran: kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,23 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,07 persen.
 Sedangkan yang mengalami kenaikan angka indeks adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,08 persen ; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,30 persen; kelompok sandang 0,57 persen dan kelompok kesehatan 0,34 persen.
Pada Februari 2015 inflasi bulanan pada komponen inti sebesar 0,40 persen, inflasi komponen yang harganya diatur pemerintah -1,07 persen dan inflasi komponen bergejolak adalah -0,36 persen. Inflasi tahun kalender pada komponen inti sebesar 1,02 persen, inflasi komponen yang harganya diatur pemerintah -4,47 persen dan inflasi komponen bergejolak adalah -0,91 persen. Inflasi year on year untuk komponen inti 4,72 persen, inflasi komponen yang harganya diatur pemerintah 12,54 persen dan inflasi komponen bergejolak 4,21 persen. (Bams)

Dibaca 341 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX