Laporan Labora Sitorus, Sudah Pernah Ditangani Mabes Polri | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Laporan Labora Sitorus, Sudah Pernah Ditangani Mabes Polri

Headline Penulis  Rabu, 04 Maret 2015 17:25 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Labora Sitorus.

Manokwari,Kapolda Papua Barat Brigjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan bahwa Mabes Polri sudah pernah menangani laporan/ pengaduan yang diajukan oleh pihak terpidana Labora Sitorus terkait tentang tindak pidana dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh Kombes Pol Drs, Setyo Budiyanto, SH., MH, (Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua) dan kawan-kawan.
“Seingat saya itu mabes sudah pernah tangani dulunya waktu laporan hasil lelang itu mabes yang tangani, waktu itu tim bekerja kan bukan Polda sendiri bersama dengan mabes Polri, jadi tunggu saja perkembangannya,” ungkap Jenderal Bintang satu ini kepada wartawan, kemarin.
Diketahuai, rabu (25/2) sekitar pukul 10.00 Wit, terpidana Labora Sitorus melalui juru bicaranya Fredy Fakdawer mendatangi Kantor Polda Papua Barat guna melaporkan atau mengadukan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kombes Pol Drs. Setyo Budiyanto,SH., MH, (Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua) dan kawan-kawan.
Laporan tersebut berisi tentang data-data yang berkaitan dengan perbuatan melanggar hukum sebgai penegak hukum yang melakukan korupsi dengan cara menyalahgunakan kewenangan merekayasa kasus dan merekasaya proses lelang barnag sitaan untuk memperkaya diri sendiri dan ataupun orang lain.
Adapaun dugaan yang terdapat dalam laporan tersebut adalah proses lelang barang sitaan dari kasus tindak pidana di bidang kehutanan tersangka Imanuel Mamoribo (kuasa Diektur PT.Rotua) dan tersangka Labora Sitorus (Anggota Polri). Barang bukti berupa kayu jadi/ekspor hasil produksi industri sekunder PT. Rotua yang dibuat seakan-akan kayu olahan hasil produksi primer sehingga telah mendapatkan keuntungan sebesar RP. 22.286.404.620 miliar.
Padahal sesuai dengan dokumen surat data yang dimiliki oleh Industri Sekunder PT.Rotua berupa daftar produk barang (DPB) kayu jadi/ekspor yang telah disita oleh penyidik Polri dan telah dilakukan lelang adalah sebanyak 115 kontainer yang berisi 289.982 batang kayu jadi/ekspor atau sama dengan 2,232,3957 meter kubik dengan harga jual di Surabaya Rp. 28.858.404.620 miliar namun dilelalng oleh Kombes Pol Drs. Setyo Budiyanto,SH., MH, (Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua)  dan kawan-kawan hanya seharga Rp. 6.570.000.000 miliar. Sehingga telah digelapkan sebesar RP. 22.286.404.620 miliar.
Selain itu pihak terpidana Labora Sitorus juga mencantumkan beberapa ganjalan-ganjalan dalam proses penetapan tersangka dirinya. Karena berdasarkan laporan polisi (LP) LP/65/III/2013/SPKT/Papua, tanggal 28 maret 2013 Tersangka Imanuel Mamoribo, dan Kawan-(kawan kuasa Diektur PT.Rotua) tentang tindak pidana dibidang kehutanan yang dipalsukan oleh penyidik Polri, karena ada tiga laporan polisi nomor 65 terdapat tiga laporan polisi yang sama.
Yakni laporan polisi nomor : LP/65/III/2013/SPKT/Papua, tanggal 28 maret 2013 An. Selewanus Burdam (Nahkoda Kapal LCT. EURO), laporan polisi nomor : LP/65/III/2013/SPKT/Papua, tanggal 28 maret 2013 An. Labora Sitorus, keterangan tercatat didalam buku ekspedisi SPKT Polda Papua, dan laporan polisi nomor : LP/65/III/2013/SPKT/Papua, tanggal 28 maret 2013 An. Imanuel Mamoribo, dan Kawan-(kawan kuasa Diektur PT.Rotua) keterangan tidak tercatat dibuku Registrasi SPKT Polda Papua.
Dengan sudah membuat laporan tersebut pihak Labora Sitorus berharap kepada Kapolda Papua Barat supaya menindak lanjuti  dan memproses penegakan hukum dengan adil. Jangan tajam ke bawah namun tumpul keatas. (CR27)

Dibaca 526 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.