Kapolda Jangan Menjustisfikasi Wartawan sebagai “Informan” Asing | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

Kapolda Jangan Menjustisfikasi Wartawan sebagai “Informan” Asing

Headline Penulis  Jumat, 19 Februari 2016 14:01 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Lagislator Papua, Laurenzus Kadepa

 

Jayapura,- Pernyataan Kapolda Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw yang menyebutkan ada oknum wartawan yang menjadi “informan” bagi negara asing mendapat reaksi dari Komisi I DPR Papua, bidang Pemerintah, Hukum, Politik dan HAM.

Menurut Laurenzus Kadepa, anggota Komisi I DPRP, Kapolda tak boleh menjustisfikasi wartawan dan menambah persoalan baru. Sebab, kasus-kasus pelanggaran HAM di Papua selama ini tak bisa diungkap.
 “Kapolda jangan cepat menjustisfikasi orang, tapi bagaimana beliau membuktikan kinerjanya dalam pengungkapan kasus pelanggaran HAM, pelaku penembakan.  Kalau menstigma orang dengan kelompok tertentu harus sejalan dengan pengungkapan kasus,” ujarnya, Kamis (18/2).
Politisi Partai NasDem ini pun menilai pernyataan Kapolda telah menekan kebebasan pers di Papua, yang melaksanakan tugasnya secara professional. “Pernyataan Kapolda merupakan suatu ancaman bagi wartawan yang dilindungi Undang-undang. Jangan hanya mencari kesalahan, tapi pengungkapan yang lebih diutamakan rakyat Papua,” tekan dia.
Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw Kapolda Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw mengakui adanya wartawan di Papua yang menjadi “informan” bagi negara asing di luar negri. Hanya saja, untuk mengungkapnya butuh bukti yang akurat.
“Ya, kita sudah tau, kalau ada wartawan sebagai informan bagi negara asing, di pusat juga sudah memonitornya. Yang punya tanggung jawab ke luar negri, bagian luar negri di bidang departemen luar negri,” ungkap Kapolda Waterpauw kepada wartawan, Rabu (17/2).
Menurut Kapolda, hal ini sudah lama diketahui oleh kepolisian, yang disebut oleh Polri sebagai jaring laba-laba. Hanya saja Kapolda enggan menyebutkan nama-nama wartawan yang dimaksud dalam kategori “informan” Asing.
“Untuk sepak terjangnya juga kita sudah tau. Mulai dari si-A, lalu kemana. Kita sudah tau. Namun kita akan ungkap sisi pidananya. Kita tidak mau terjebak dalam proses politik,” tutur PW sapaan Paulus Waterpauw. (Syaiful)

Dibaca 361 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.