Kapolda Sebut Dua Nama 'Paling' Bertanggungjawab Atas ULMWP di Wamena | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Kapolda Sebut Dua Nama "Paling" Bertanggungjawab Atas ULMWP di Wamena

Headline Penulis  Kamis, 18 Februari 2016 14:08 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw

 

“Sebenarnya Itu Peresmian Kantor DAP yang Terbakar Sebelumnya”

Jayapura,- Kepolisian Daerah Papua menyebutkan dua nama warga yang diangap "paling" bertanggungjawab atas keberadaan Kantor United Liberation Movement For West Papua di Jayawijaya yang kental dengan perjuangan melawan Pemerintahan.  

“Kedua nama warga ini berinisial MH dan EW, ini yang baru saya tahu. Mereka ini actor intelektualnya,” beber Kapolda Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (18/2) malam.
Menurut Kapolda, Indonesia merupakan negara hukum yang menjunjung hukum positif. Hal ini pula yag akan diterapkan terhadap dua warga tersebut, apabila ditemukan unsur yang melawan hukum. “Hari ini Wakapolda, Brigen (Pol) Paulus Waterpauw bersama dua pejabat Polda Papua dan juga Asintel Kodam XVII/Cenderawasih akan berangkat ke Wamena, untuk mengecek secara pasti,” katanya.
Saat ini, kata Kapolda, pihak kepolisian setempat telah memintai keterangan tiga orang saksi terkait keberadaan Kantor ULMWP. Sedangkan papan nama kantor dimaksud telah diturunkan.
“Mereka ini dimintai keterangannya untuk mengklarifikasi, untuk apa mereka memasang pamflet itu disana.  Kalau mereka terbukti membangun sebuah wadah yang mengarah ke organisasi yang bertentangan dengan tujuan negara, akan di proses hukum,” tegasnya.
Mantan Kapolda Pertama di Papua Barat ini pun memandang kejadian di Wamena, tidak jauh dengan apa yang terjadi di negara Belanda. Dimana saat itu ada yang mendeklarasikan wadah serupa di Negri Kincir Angin, namun akhirnya mereka tak mampu membayar uang sewa tempat deklarasinya.
“Itu hanya 4 jam mereka deklasrasikan. Ini sama dengan di Belanda. Saya pikir ini ada cerita, yang membawa kekecewaan para pejuang dahulunya. Karena belakangan mereka tahu, perjuangan ini hanya sampai disitu saja atau hanya menguntungkan pribadi mereka,” ujarnya.
Kapolda pun meluruskan bahwa kegiatan di Wamena adalah peresmian kantor Dewan Adat Papua (DAP) Kabupaten Jayawijaya yang sebelumnya sempat terbakar. Berdasarkan foto yang didapat, menurutnya, Kantor DAP cukup megah.
“Jadi masyarakat pada hari Senin (15/2) lalu, membuat syukuran untuk peresmian Kantor DAP. Saya lihat dari fotonya cukup megah kantor tersebut. Saat itu seluruh muspida di undang untuk peresmian kantor itu, hanya karena kesibukan tidak sempat hadir. Acaranya berjalan lancar, kurang lebih 60 orang yang hadir dan tidak banyak,” bebernya.
Terungkap pemancangan sebuah tulisan yang bertuliskan organisasi atau wadah yang bersebrangan dengan pemerintah yang dikenal sebagai ULMWP itu, terang Kapolda, baru diketahui sehari setelah peresmian Kantor DAP.
“Saya lihat itu hanya sebuah pancagan papan saja, yang dipasang di sekitar gedung itu dan kemudian terekspos. Kalau di lihat dari sisi kepentingan oleh beberapa pihak, jelas ini hanya nunut (numpang) untuk memanfaat momen itu, tidak ada kekhususan dalam rangka membuka Kantor ULMWP,” tegasnya,
Demikian pula terkait informasi tamu undangan yang menghadiri peresmpian Kantor ULMWP mencapai 5000 an orang, Kapolda menilai hanya sebuah propaganda.  “Kami tidak ada sangkut pautnya dengan jumlah tersebut. Itu hanya ada kegiatan ibadah peresmian Kantor DAP, lalu momen itu dimanfaatkan untuk mempropaganda,” katanya.
Menyingkapi informasi keberadaan Kantor ULMWP, Kapolda mengingatkan pemerintah untuk tak lagi memberikan dukungan, karena hanya dimannfaatkan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab.  “Tujuannya hanya mencari dana dari masyarakat atau sumber dana yang mau membantu, lalu menguntungkan mereka yang ada disana, dengan janji yang tidak jelas,” kata PW sapaan Paulus Waterpauw. (Syaiful)

Dibaca 513 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.