Enam Kepala Daerah Dilantik, Sejarah Baru Demokrasi di Papua | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Enam Kepala Daerah Dilantik, Sejarah Baru Demokrasi di Papua

Headline Penulis  Kamis, 18 Februari 2016 14:07 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua Lukas Enembe ketika melantik 6 bupati/wakil bupati di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Rabu kemarin.

 

Jayapura,- Gubernur Papua Lukas Enembe melantik enam pasangan kepala daerah baru untuk enam kabupaten di Papua, Rabu (17/2). Enam pasangan tersebut merupakan pemenang pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan secara serentak 9 Desember 2015.

Pasangan Bupati dan wakil bupati terpilih yang dilantik dan mengambil sumpah janji jabatan adalah bupati Kabupaten Keerom Drs Celcius Watae MH dan Muh Markum SH, Bupati/wakil bupati Kabupaten Nabire Isias Douw – Amirullah Hasyim.
Bupati dan wakil bupati Kabupaten Asmat Elisa Kambu – Thomas EP Safanko, Kabupaten Merauke pasangan Frederikus Gebze – Sularso, Kabupaten Pegunungan Bintang pasangan Constano Otemka – Decky Deal dan Kabupaten Waropen pasangan Yeremias Bisay – Hendrik Wanatorey, periode 2016 – 2021 di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura.
Usai melantik dan mengambil sumpah serta serah terima jabatan, pasangan bupati ini juga melakukan penandatanganan pakta integritas.  Serta penyerahan data kependudukan dan pencatatan sipil dari Kementerian Dalam Negeri kepada Gubernur Papua yang kemudian menyerahkannya kepada 6 bupati yang baru saja dilantik. Nantinya data kependudukkan ini juga akan diserahkan kepada kabupaten /kota lainnya di Papua.
Dalam arahannya, kata Gubernur, sesuai amanat UU No.9 tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah yang menjelaskan bahwa kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih untuk masa bakti selama 5 tahun, dimana proses pemilihan tersebut dilaksanakan dengan prinsip secara langsung, bebas, rahasia dan demokratis.
Kata Gubernur, pada tanggal 9 Desember 2015 secara serentak di seluruh Indonesia. Dengan tekad yang kuat berhasil melaksanakan Pilkada pada 11 kabupaten dengan baik dan cepat.
Disisi lain dengan melihat kondisi geografis yang sulit, sebagian kalangan meragukan Pilkada serentak di Provinsi Papua. Namun berkat komunikasi positif yang terbangun antara pemerintah daerah, aparat TNI/Polri, KPU Panwas, Pers, Tokoh masyarakat dan tokoh pembangunan, sehingga mampu melaksanakan pesta demokrasi Pilkada serentak di Papua dengan baik, aman dan sukses.
 “Hari ini kita memulai sejarah baru yaitu pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih dari 11 kabupaten di Provinsi Papua yang telah hadir ditengah kita. Dari 11 kabupaten, 6 kabupaten yang telah memiliki Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri – Republik Indonesia sebagaimana amanat Psl 163 ayat 1 UU No.8 tahun 2015 tentang pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, walikota dan Wakil Walikota dilantik oleh gubernur di ibukota provinsi yang bersangkutan,”terang  Gubernur memulai sambutannya.
Pada kesempatan itu, Gubernur menceritakan perjalanan SK pelantikan para bupati dan wakil bupati terpilih itu. Pemerintah Provinsi Papua sejak tanggal  15 Februari, mengusulkan sesuai dokumen yang diterima pemerintah provinsi.
Kata Gubernur, sesungguhnya ada 10 kabupaten yang diusulkan oleh pemerintah provinsi. Karena masih ada satu kabupaten lagi yang masih berperkara yakni Kabupaten Mamberamo Raya.
Namun Menteri Dalam Negeri dengan pertimbangkan lain, menyetujui 6 kabupaten. “Saya menyampaikan sukses para bupati. Beruntung SK yang saat ini keluar, kita langsung lantik. Ini luar biasa Saya mau seperti itu. Kita mau 10 kabupaten, tetapi disetujui baru 6 kabupaten,”ujarnya.
Sedangkan dua kabapaten lainnya yakni Boven Digul dan Supiori akan dilantik pada bulan Maret. Sisanya akan dilantik pada bulan Juni. Yahukimo dan Yalimo akan dilantik pada bulan ini. Karena Yalimo, masa jabatan Bupati Yalimo baru akan berakhir pada bulan Juni.
Lanjutnya pelantikan ini merupakan amanat konstitusi yang harus ditaati hari ini. Sebagai gubernur dirinya telah melantik 6 kabupaten. Pada kesempatan itu, Gubernur mengatakan dimasa kepemimpinannya bersama Klemen Tinal, pasangan ini telah merubah pola pembagian dana otonomi khusus (Otsus). (Bams)

Dibaca 805 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.