Banjir Bandang Melanda Tolikara | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Banjir Bandang Melanda Tolikara

Headline Penulis  Senin, 15 Februari 2016 12:35 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)



“17 Rumah Terencam Banjir, 20 Hewan Ternak dan 4 Rumah Hanyut”

Jayapura,- Sedikitnya 17 warga kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang melanda Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, sejak 31 Januari lalu. Empat rumah warga dan 20 hewan ternak juga dilaporkan hanyut terbawa banjir bandang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige menegaskan, selain banjir bandang, kawasan tersebut juga mengalami musibah tanah longsor yang menyebabkan sejumlah ruas jalan yang menghubungkan Distrik kanggime, Kabupaten Tolikara menuju Puncak jaya juga mengalami kerusakan.
Paska banjir bandang, kata Patrige, Kapolres Tolikara, AKBP Musa M Korwa telah mendatangi lokasi banjir bandang dan tanah longsor untuk melakukan pendataan bersama dengan Kasat Binmas, AKP Suparman .
Dalam peninjauannya, Kepolisian mengajak masyarakat di Distrik Namunage untuk memperbaiki ruas jalan yang mengalami longsor, sehingga dalam digunakan kembali oleh masyarakat. “Peninjauan telah dilakukan sejak 2 Februari lalu,” kata Patrige, Minggu (14/2).
Berdasarkan data yang didapat kepolisian, ungkap Patrige, banjir bandang telah menyebabkan 12 orang warga di Kampung Ligimbak dan 5 orang warga Kampung Konggimaluk kehilangan tempat tinggal. Banjir juga telah menyebabkan lahan pertanian di 7 lokasi rusak.
Tak hanya itu, paparnya, sejumlah hewan ternak kurang lebih 20  ekor pun hanyut. “Ada 4 rumah warga yang berada di bantaran kali kabur juga hanyut terbawa arus air. Kemudian tiga jalan juga tertutup longsor,” ungkap dia.
Patrige juga menyatakan prihatin atas musibah Tolikkara. Sebab jembatan permanen yang menghubungkan Distrik Kanggime dan Distrik Telenggeme hanyut, sehingga akses jalan tersebut tidak dapat di lalui oleh kendaraan.
“Untuk korban masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, sampai saat ini masih menumpang pada rumah keluarganya serta belum adanya bantuan dari pemerintah setempat,”imbuh Patrige. (Syaiful)

Dibaca 764 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.