Kapolda : KNPB Mulai Mempersenjatai Diri | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

Kapolda : KNPB Mulai Mempersenjatai Diri

Headline Penulis  Jumat, 12 Februari 2016 12:55 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw Didampingi Wakapolda, Brigjen (Pol) Rudolf Alber Rodja Ketika Menggelar Keterangan Pers Terkait Pengungkapan Kasus Senpi dan Amunisi Ilegal.

 

Jayapura,- Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jendral Polisi Paulus Waterpauw, menyatakan bahwa Organisasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sudah mulai mempersenjatai diri dan membantu Kelompok Kriminal Bersenjata.

Hal ini dibuktikan dengan pengungkapan sejumlah kasus kepemilikan amunisi dan senjata illegal oleh kepolisian, pada awal Februari 2016. “Saya melihat kelompok ini sudah tidak lagi membawa aspirasi politik praktis biasa. mereka juga mencoba mempersenjatai diri mereka dengan senjata dan ini pelanggaran hukum,” kata Kapolda Waterpauw dalam keterangan persnya, Rabu lalu. 
Kapolda memandang  saat ini KNPB tidak hanya mulai mempersenjatai diri mereka dengan senjata api bahkan sebagian oknum KNPB sudah bisa merakit bom melotov. Kelompok KNPB juga sudah mulai bersinergi dengan KKB di Puncak Jaya pimpinan Lekaka Telenggen.
Bahkan menurutnya, KNPB sudah mulai mempersenjatai diri setelah kasus meninggalnya pentolan KNPB Mako Tabuni yang memiliki senjata jenis pistol dan melakukan penembakan kepada sejumlah warga di Wilayah Jayapura.
“2 tahun lalu kami pernah melumpuhkan seorang yang mengaku diri sebagai tokoh militan KNPB bernama Mako Tabuni. Saat itu ia terungkap ketika mengeksekusi (menembak mati,red) mahasiswa asal Tolikara di atas truk, kemudian mengeksekusi tukang ojek, pelajar, tentara, dan terakhir warga negara jerman, mereka adalah militan KNPB waktu itu,” paparnya. 
Kapolda pun membeberkan bahwa pihaknya telah menyita 959 butir amunisi peluru, 3 bom, 3 pucuk senjata api sejak awal Februari lalu. Dari pengungkapan sejumlah kasus yang melibatkan KNPB, pihaknya pun menemukan 9 buah sumbu yang belum terisi, 6 buah sumbu yang terisi dan 1 kantong plastic kecil berisi TNT dan sehelai bendera KNPB, serta menangkap 9 orang atas dugaan kepemilikan kasus amunisi.
Menurut Kapolda, pengungkapan ini bermula dari tertangkapnya Dominicus Sugumol di Bandara Moses Kilangin Mimika, pada 3 Februari sekitar pukul 07.15 WIT.  Dari tangan pelaku, polisi menemukan 1 butir amunisi caliber 8,8 mm dan caliber 7,62 mm beserta peluru hampa.
Kepolisian kembali menangkap Robert Samon Logo di Jalan Raya Sentani Waena dengan barang bukti satu pucuk senpi laras pendek jenis FN caliber 9 mm beserta 3 butir amunisinya.  Robert berupaya menembak anggota Polri, tapi senjatanya macet yang kemudian dilakukan pengejaran dan berhasil ditangkap.
“Dia ini simpatisan KNPB. Dalam kasus ini kepolisian menyatakan dua orang pelaku masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni seorang yang bernama Rubin Mabel dan Naman Enumbi yang diduga anggota KNPB sebagai pemasok amunisi kepada kelompok KKB di Puncak Jaya,” imbuhnya. (Syaiful)

Dibaca 504 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.