BMD Siap Pimpin Demo Freeport di Jakarta | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

BMD Siap Pimpin Demo Freeport di Jakarta

Headline Penulis  Jumat, 12 Februari 2016 14:37 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ketua Komisi IV DPR Papua, Boy Markus Dawir

 

“Jika 22 Point Syarat Pemprov Tak Diakomodir”

Jayapura,- Ketua Komisi IV DPR Papua, Boy Markus Dawir menyatakan kesiapannya memimpin aksi unjukrasa, apabila Pemerintah Pusat tak mengakomodir tuntutan masyarakat Papua, apabila Freeport tak akomodir 22 point syarat perpanjangan kontrak yang diajukan Pemerintah Papua.

 “Saya siap memimpin demo di Jakarta, yang penting semua rakyat setuju dan rakyat turun jalan, kita minta semua ini, pasti gerakan rakyat akan didengar. Kami di DPRP sudah pasti akan jadi orator yang akan demo Jakarta untuk membela hak-hak rakyat,” kata Boy Dawir yang akrab disapa BMD, Kamis (11/2).
Menurutnya, semangat DPRP dan masyarakat Papua, sama halnya dengan semangat Gubernur Papua Lukas Enembe dan para bupati di Papua. “Kami yang ada di DPRP, kita inginkan bukan Presdirnya, tapi 22 point yang disampaikan menjadi pokok-pokok pikiran Pemprov Papua kepada Freeport, ini semangat Papua harus kita bicarakan,” kata Boy Dawir.
BMD memandang cukup Freeport mengeruk kekayaaan alam Papua, khususnya pertambangan ini untuk kepentingan bisnisnya. “Kali ini, mari membuka diri kepada Papua, kalau tidak membuka diri, ya kalau perlu kita tutup Freeport ini, biar tidak ada keuntungan,” desaknya.
Ia juga berpendapat orang Papua tidak akan mati, apabila tidak ada Freeport. Orang Papua, sambunya, memiliki makanan khas untuk bertahan hidup dan tidak mengharapkan belas kasihan Freeport.
“Kalau ada pertanyaan misalnya kalau tidak ada Freeport orang Papua akan mati? Tidak. Orang Papua tidak bergantung pada Freeport. Orang Papua punya makanan khas ada untuk bisa hidup, punya kebun, laut, cukup untuk hidup, tidak harapkan Freeport saja,” tegasnya.
Boy Dawir kembali menegaskan bahwa apabila Freeport ingin bertahan di Papua, maka perlu duduk bersama orang Papua mulai dari Kepala Daerah hingga masyarakat tingkat paling bawah. DPRP, lanjutnya, juga akan siap menjadi juru bicara Pemerintah maupun masyarakat Papua.
“Mari kita bicara dulu, baik mulai kepala sampai ekornya, kita atur di Papua. Kita bicarakan, dari Papua kita sudah sepakati, kita akan dorong bersama dengan pemuda dan setelah dari Papua akan masuk ke Jakarta,” tandasnya. (Syaiful)

Dibaca 609 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.