Kapolda Umumkan Pengungkapan 959 Butir Amunisi dan Senpi Ilegal | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Kapolda Umumkan Pengungkapan 959 Butir Amunisi dan Senpi Ilegal

Headline Penulis  Kamis, 11 Februari 2016 20:12 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw didampingi Wakapolda, Brigjen (Pol) Rudolf Albert Rodja, Rabu (10/2).

 

“9 Tersangka Terancam UU Darurat”

Jayapura,- Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw secara resmi merelease hasil pengungkapan kasus kepemilikan senjata api dan ratusan amunisi illegal di wilayah hukumnya sejak 3 Februari lalu.

Dalam pengungkapan itu, Polda Papua menyita 959 butir amunisi peluru, 3 bom, 3 pucuk senjata api serta menangkap 9 orang tersangka. Bahkan Polda Papua mengumumkan 2 orang pelaku masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka yakni Naman Enumbi dan Rubin Mabel.
Menurut Kapolda, pengungkapan ini bermula dari tertangkapnya Dominicus Sugumol di Bandara Moses Kilangin Mimika, pada 3 Februari sekitar pukul 07.15 WIT.  Dari tangan pelaku, polisi menemukan 1 butir amunisi caliber 8,8 mm dan caliber 7,62 mm beserta peluru hampa.
Kemudian, sambungnya, kepolisian kembali menangkap Robert Samon Logo di Jalan Raya Sentani Waena dengan barang bukti satu pucuk senpi laras pendek jenis FN caliber 9 mm beserta 3 butir amunisinya.
 “Pelaku ini berupaya menembak anggota Polri, tapi meleset yang kemudian dilakukan pengejaran dan berhasil ditangkap. Dia ini simpatisan KNPB,”kata Paulus Waterpauw dalam keterangan persnya, Rabu (10/2).
Dari penangkapan ini, kata Kapolda, pihaknya melakukan penggeledahan di  rumah Warius Enembu di Pos VII Sentani, 3 Februari sekitar pukul 19.30 WIT. Dalam penggeledahan itu, pihaknya menemukan satu pucuk senpi Refolver, Airsoft Gun jenis FN dan ratusan butir amunisi aktif.
Dalam penggeledahan, pihaknya pun menemukan 9 buah sumbu yang belum terisi, 6 buah sumbu yang terisi dan 1 kantong plastic kecil berisi TNT dan sehelai bendera KNPB.
“Amunisi cukup beragam, yakni 81 butir amunisi caliber 9 mm, 6 butir amunisi caliber 4,5 mm, 1 butir amunisi caliber 3,8 mm, 14 butir amunisi caliber 5,56 mm, 84 butir amunisi rantai caliber 7,62 mm, 6 butir caliber 193 mm, 1 butir caliber 762,51 mm, 23 butir caliber 762,91 mm, 3 butir amunisi 303, bom molotof, 4 batang bom pipa, 2 diantaranya berisi serbut TNT,”  beber Kapolda.
Penggeledahan dilanjutkan dirumah Pendeta Simson Tabuni di kawasan Doyo Sentani, sekitar pukul 21.35 WIT. Kata Kapolda, pihaknya berhasil menemukan senpi genggam jenis SNW caliber 22 mm milik DPO Naman Enumbi.
“Ada amunisi juga ditemukan, diantaranya 2 butir amunisi caliber 22 mm, 1 butir caliber 6 mm, 1 butir caliber 5 mm, 5 butir caliber 5,56 mm dan 7 butir caliber 12,7 mm,” terangnya.
Beberapa hari kemudian, kata Kapolda, pihaknya berhasil melakukan penangkapan tiga orang pelaku di Kompleks Aquina Keniran Sentani, pada 7 Februari sekitar pukul 00.20 WIT. Ketiga pelaku ini masing-masing bernama Pemis Murib, Telepimus Murib dan HAM. “Ada 619 butir amunisi caliber 7,62 mm dan 77 butir amunisi caliber 303 mm yang kami temukan,” aku Kapolda Waterpauw.
Kapolda pun mengakui telah mengungkap keterlibatan oknum anggota Polri berpangkat Bripda SS di Kompleks Baliem Cottage Wamena, pada 7 Februari lalu. Selain menangkap oknum Polri, pihaknya juga menangkap dua orang warga bernama Atius Tabuni dan Hengki.
Dalam penungkapan ini, sambung Kapolda, pihaknya menemukan 6 butir amunisi caliber 7,62 mm dan 1 butir amunisi caliber 38 mm serta 13 butir amunisi caliber 5,56 mm. “Oknum Polri ini mengaku diiming-imingi harga tinggi oleh para pelaku yang diketahui jaringan dari KKB pimpinan Lekaka Telenggen.  Kalau tidak salah 1 butir dihargai Rp 500 ribu,” bebernya.
Kapolda menegaskan pihaknya akan menindak tegas oknum Polri yang terlibat dalam jaringan jual beli amunisi. Dalam kasus ini, 9 orang tersangka dikenai pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951. “Pengungkapan ini mengarah ke KNPB, karena KNPB telah bersinergi dengan KKB pimpinan Lekaka Telenggen,” tutupnya. (Syaiful)

Dibaca 1125 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.