Kasus DBD Di Provinsi Papua Memprihatinkan Satu Kabupaten Dinyatakan KLB | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Kasus DBD Di Provinsi Papua Memprihatinkan Satu Kabupaten Dinyatakan KLB

Headline Penulis  Kamis, 11 Februari 2016 20:11 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Dinas Kesehatan Provinsi Papua mencatat mulai awal bulan Januari 2016 hingga dengan minggu ke-6 kalender epidemiologi ada 47 kasus DBD dan 1 orang dinyatakan meninggal dunia dari 29 kab/kota di Provinsi Papua.

Dari 47 kasus itu ada 4 kabupaten yang tidak berpotensi DBD, yakni Kabupaten Jayapura 1 kasus, Kabupaten Keerom 8 kasus, Kabupaten Sarmi 3 kasus dan Kabupaten Timika 3 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aloysius Giyai melalui siaran persnya menuturkan, 47 kasus itu diperoleh atas informasi baik telpon/short message service (sms).
"Provinsi Papua yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya demam berdarah, ada 8 kabupaten/kota endemis (selalu menyumbang kasus dbd) dan 2 atau 3 kabupaten sporadis (tidak selalu ada kasus)," katanya di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Rabu (10/2/2016) siang.
Sementara yang dinyatakan paling berpotensi terserang kasus DBD adalah Kota Jayapura dengan jumlah DBD ada 20 kasus.
Provinsi Papua dari 4 kabupaten tersebut baru di Kabupaten Mappi yang telah menetapkan kasus  Luar Biasa (KLB) 2016. Hal ini, berdasarkan surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Mappi dan Bupati Mappi.
Kata Aloysius, jika dilihat dari data Kabupaten Mappi sudah pernah ada kasus di bulan Desember 2012, tetapi belum ada penetapan status KLB. Dan, kasus mulai meningkat di tahun 2015 pada bulan November ada 3 kasus dan Desember ada 10 kasus.
"Hingga bulan Februari 2016 ini terdapat 36 tersangka DBD, 12 orang dinyatakan positif DBD dan 24 dinyatakan demam Dengue dengan gejala yang sama pada kasus DBD.
Menurut Aloysius, kasus DBD ini disebabkan faktor risiko penularan yang tersedia dan didukung dengan perilaku manusia yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan penyakit demam berdarah.
DBD juga disebabkan, kondisi lingkungan yang memang kurang kondusif yaitu dengan sistem drainase yang buruk juga terlihat di sekolah-sekolah dan ada juga kebiasaan menanam hanya dengan menggunakan air dan pot yang memungkinkan faktor berkembangbiaknya nyamuk.
Untuk itu, agar tidak menambah jumlah kasus DBD, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Papua bakal mensosialisasikan dengan cara penanganan kasus yang baik yang telah ditegaskan didiagnosis maupun tersangka sesuai protap tatalaksana kasus serta menghimbau segera menetapkan status KLB DBD di Kabupaten Mappi.
"Menambah menin fogging, mendistribusikan Cinoff dan Abate (racun semprot), tenaga dan tim penaggulangan KLB DBD serta penyuluhan perorangan, kelompok, dan pembagian brosur atau poster serta penanagan DBD disetiap puskesmas" ujarnya. (Ramah)

Dibaca 549 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.