Helikopter AMU Jatuh Diatas Camp Pendulang Emas | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Helikopter AMU Jatuh Diatas Camp Pendulang Emas

Headline Penulis  Kamis, 04 Februari 2016 18:55 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Tampak Puing Helikopter yang Jatuh Menimpa Kamp di Lokasi Pendulangan Emas di Paniai, Rabu (3/2)

 

Jayapura,- Sebuhan Helikopter jenis AMU Aviation Indonesia PK-UAG milik Amor yang di piloti Suwondo dan Teknisi Suwanda, jatuh diatas camp milik Kris dilokasi  pendulangan emas 99, Kampung Deotadi distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, pada Rabu (3/2) pagi.

Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige membenarkan adanya kecelakaan Helikopter tersebut. Dari kecelakaan itu, pilot serta teknisi maupun 6 penumpang lainnya mengalami luka ringan.  “Betul ada kecelakaan lalu lintas udara, tapi tak ada korban jiwa, mereka mengalami luka ringan saja,” katanya, Rabu (3/2).
Kecelakaan ini, terang Patrige, bermula bermula ketika helikopter AMU hendak take of dari Enarotali menuju lokasi Bayabiru Tengah, dengan mengangkut 6 orang penumpang. Sesampainya di Baya Biru, Helikopter melakukan penerbangan over time ke 99 dan landing di Hellypad Baru di 99.
Setelah tak of, sambungnya, badan helly hilang kesimbangan akibat tiupan angin kencang dan akhirnya menabrak Camp milik seorang warga bernama Kris. Meski tak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun pilot dan teknisi mengalami luka ringan.
Polda Papua sampai saat ini belum bisa menafsirkan kerugiaan materil yang diderita akibat kecelakaan Helikopter tersebut. “Kita belum bisa tafsir kerugian berapa. Namun situasi aman dan kondusif,” katanya.
Sementara itu, Direktur rumah sakit umum daerah Nabire,  dr. Jhony Tandisau mengatakan saat tiba di rumah sakit Nabire,  pilot helly dalam kondisi sadar namun mengalami trauma atau lebam di punggung bagian belakang.
Atas kejadian itu,  Kepala Pusat Komunikasi Kementrian Perhubungan, JA Barata menuturkan, KNKT akan melakukan penyelidikan terkait penyebab jatuhnya helikopter di Tanah Cendrawasih tersebut. "Di sini kita masih menunggu informasi lebih lanjut. Semua masih diteliti, kalau kejadian kecelakaan pesawat udara tentu penyelidikan ada di KNKT," tutupnya. (Syaiful/Fani)

Dibaca 1129 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX