Kadepa : Untuk Siapa Stigma Teroris di Papua ? | Pasific Pos.com

| 17 August, 2019 |

Kadepa : Untuk Siapa Stigma Teroris di Papua ?

Headline Penulis  Rabu, 03 Februari 2016 23:14 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Laurenzus Kadepa, Anggota Komisi I DPR Papua

 

Jayapura,- Legislator Papua, Laurenzus Kadepa yang juga anggota Komisi I DPR Papua mempertanyakan stigma teroris bagi Kelompok Bersenjata di Papua, yang dilontarkan oleh Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan disalah satu media massa di Ibu Kota Jakarta.

 “Kelompok bersenjata yang mana yang dimaksud oleh Menkopolhukam sebagai teroris, harus dijelaskan secara detail. Di Papua, banyak kelompok bersenjata dengan motif yang berbeda-beda,” kata Laurenzus Kadepa melalui via selulernya, Selasa (2/2).  
Menurut Politisi Partai NasDem ini, di Papua terdapat tiga kelompok yang berbeda tujuan. Pertama kelompok bersenjata yang benar-benar berjuang untuk kemerdekaan Papua, kedua kelompok yang dibuat agar kontra dengan kelompok Papua Merdeka, dan terakhir kelompok yang dibina dengan tujuan kepentingan lain.
 “Semua punya senjata. Jadi yang dimaksud kelompok bersenjata di Papua yang termasuk teroris itu kelompok yang mana,” tegas Kadepa mempertanyakan statmen Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan.
Laurenzus Kadepa memandang Pemerintah Pusat telah kehabisan cara dan akal untuk menyelesaikan masalah Papua, hingga memunculkan stigma baru yang ditujukan kelompok bersenjata di Papua. Padahal, langkah tersebut dipandang bukan solusi untuk menyelesakan masalah Papua.
 “Pemerintah kehabisan akal menyelesaikan masalah Papua. Akibatnya, dicap berbagai stigma. Mulai dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), Gerakan Pengacau Kemanan (GPK), separatis, kelompok bersenjata hingga yang terbaru disebut teroris,” ujar Kadepa.
Pihaknya mengkhawatirkan munculnya cara kotor yang digunakan untuk mengkriminalisasi perlawanan orang Papua yang kerkap menutut keadilan di tanah kelahirannya. “Kini muncul stigma teroris, sehingga nanti penanganan dengan UU teroris. Sudah pasti Densus 88 anti teror akan beraksi. Apakah ini solusi penyelesaian masalah Papua?," tanyanya. (Syaiful)

Dibaca 431 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.