31 Jalan Tikus Diwilayah Perbatasan Ditutup | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

31 Jalan Tikus Diwilayah Perbatasan Ditutup

Headline Penulis  Rabu, 13 Januari 2016 09:06 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Danrem 172/PWY Kolonel Inf Sugiyono.

 

Jayapura,- Sedikitnya 31 jalan tikus diwilayah Perbatasan RI – Papua Nugini ditutup jajaran Korem 172/Praja Wira Yakti, guna mencegah menyeberangnya 13 Narapidana Lapas Abepura yang kabur sejak 8 Januari lalu.

Danrem 172/PWY, Kolonel Inf Sugiyono mengungkapkan, jalan tikus dimaksud berada disekitar wilayah Skow maupun Keerom yang berbatasan dengan Papua Nugini. Penutupan jalan tikus berlaku sampai Sugiyono menjabat sebagai Dankolaops.
 “Saya iventarisis, setidaknya ada 31 jalan tikus dan sekarang sudah saya tutup, selama saya menjadi Dankolaops,” kata Danrem kepada wartawan usai peresmian Media Center Kodim 1701/Jayapura, Selasa (12/1).
Sugiyono memandang jalan tikus merupakan jalan illegal, yang kerap digunakan masyarakat yang memiliki etika tidak baik. Maka itu, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan disepanjang jalan tikus dengan mengintensifkan patroli.
 “Kami memiliki kewenangan menutup jalan tikus, karena biasanya masyarakat yang melintas jalan tikus tidak memiliki etika baik, maka kita wajib menangani lebih, terutama pos-pos terdekat dengan jalan tikus,” terangnya.
Menurutnya, indikasi 13 Narapidana menggunakan jalan tikus sangat besar, apalagi hubungan kekerabatan antara masyarakat dipinggir Perbatasan RI-PNG yang kental. “Sangat mungkin untuk keamanan mereka menggunakan jalan seperti itu. Saya yakini, kalau melalui itu, saya bisa,” katanya.
Sebelumnya, kata Sugiyono, jalan tikus disepanjang wilayah Perbatasan RI-PNG telah menjadi perhatian jajarannya dengan patroli rutin. Namun, semenjak kaburnya 13 Narapidana Lapas Abepura, peningkatan patroli ditingkatkan sepanjang jalan tikus.
Sugiyono menambahkan bahwa dalam upaya membantu Polri menangkap 13 Narapidana ini, Korem 172/PWY akan memberdayakan 1400 prajurit 3 Bataliyon. “Mereka punya tugas pokok dan saya tambah tugasnya untuk mengendalikan masyarakat yang keluar masuk jalan tikus,” imbuhnya. (Syaiful)

Dibaca 644 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.