Kapolda Nilai Janggal Kronologis Kaburnya 13 Napi | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Kapolda Nilai Janggal Kronologis Kaburnya 13 Napi

Headline Penulis  Senin, 11 Januari 2016 09:05 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Tampak Suasana Diluar Lapas Klas II A Abepura, Paska Kaburnya 13 Narapidana. Dimana Beberapa Narapidana yang Kabur Merupakan Aktor dari Kasus Penembakan di Pegunungan Papua, Jum’at (8/1).

 

Jayapura,- Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menilai janggal terkait kronologis kaburnya 13 Narapidana dari Lembaga Pemasayarakatan Klas IIA Abepura, Jum’at (8/1) lalu.

Kejanggalan itu, menyusul adanya informasi dari salah satu Anggota Tim Khusus Polda Papua yang sempat melihat Usmin Telenggen, salah satu Narapidana yang kabur, tengah bertransaksi mobil disekitaran Kota Jayapura, pada pukul 07.30 WIT. Sedangkan 13 Narapidana kabur dilaporkan terjadi pukul 10.30 WIT.
 “Ketika itu, anggota Timsus Polda ini hendak berangkat ke Sinak, Kabupaten Puncak bersama Direktur Krmiminal Umum, Kombes (Pol) Dwi Riyanto. Nah dalam perjalanan menuju Bandara Sentani, dia melihat Usmin Telenggen tengah menawar mobil, disekitaran Jayapura, sekitar pukul 07.30 WIT. Anggota ini yang saya percayai,” ungkap Waterpauw, Sabtu (9/1).
Kapolda menyatakan masih mendalami kronologis kaburnya 13 Narapidana Lapas Abepura ini, guna mengetahui peristiwa sebenarnya.  “Ini yang lagi didalami dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan. Sesungguhnya seperti apa kejadiannya, apakah subuh, pagi atau pada jam besuk keluarga Narapidana?,” tanyanya penuh kejanggalan.  
Kapolda pun mengakui telah mendatangi Tempak Kejadian Perkara (TKP) guna mengetahui secara langsung peristiwa itu. Dimana didalam sel juga ditemukan pakaian dan dokumen milik Narapidana yang sudah terbakar.
 “ Kemarin yang saya tahu,  Napi kabur pukul 10.30 WIT. Kemaren kan saya di TKP, bahwa Napi kabur pukul 10.30 WIT dan sebelum keluar mereka sudah membakar pakaian dan dokumen dalam sel,” bebernya.
Meski demikian, Kapolda menyatakan belum bisa mengambil kesimpulan, apakah ada unsure kesengajaan dalam kaburnya 13 Narapidana ini. “Saya belum bisa katakan seperti itu, artinya membutuhkan kata klarifikasi, secara umum seperti agar tidak salah persepsi,” katanya.
Kapolda pun mengeluhkan tidak adanya CCTV sebagai penunjang keamanan di Lapas Abepura. Disamping itu, lanjutnya, Lapas Abepura sangat minim petugas. “CCTV nggak ada, kemudian minim petugas. Saya tidak tahu kalau Senpi, tapi setahu saya, senpi melekat, nanti kita koordinasi dengan Kalapas dan Kakanwil Kum-HAM,” kata PW sapaan Paulus Waterpauw.
Menurut Kapolda, dalam penyelidikan kasus ini, pihaknya juga akan memintai keterangan pihak keluarga untuk mencari keberadaan para Narapidana. “Saya pikir nanti banyak keluarga juga yang bisa kita mintai keterangan, namun terlepas dari itu, kejadian ini menjadi keprihatinan bersama,” ujarnya. (Syaiful)

Dibaca 527 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX