Atlet PON Dihajar Hingga Patah Rahang | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Atlet PON Dihajar Hingga Patah Rahang

Headline Penulis  Jumat, 08 Januari 2016 10:56 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Nampak pengurus KONI Papua Niko Dimo saat memperlihatkan hasil rontgen kepada wartawan, Kamis kemarin di RSU Jayapura.

 

 “Nelson Keiya Terbaring di Ruang Beda Pria RSUD Jayapura”

Jayapura,- Nelson Keiya pelari andalan Papua di PON 2016 Jawa Barat harus dirawat di RSU Jayapura dan harus menjalani operasi karena mengalami patah tulang rahang, setelah dihajar warga di Kayu Batu Base’G, Distrik Jayapura Utara Kota Jayapura.

Peristiwa ini terjadi tanggal 1 Januari 2016, korban sendiri belum bisa diminta keterangan karena tidak bisa berbicara. Korban hanya terdiam saat dikunjungi beberapa wartawan olahraga di RSU Jayapura, Kamis (7/01) kemarin.
Lebih miris lagi, sejak masuk rumah sakit enam hari lalu, belum ada petinggi KONI maupun Pengurus PASI yang membesuk pelari andalan Papua di nomor lari 400 Meter, 4 X 100 dan 4 X 400 meter putra.
“Dari hasil rontgen memperlihatkan, rahang korban mengalami patah dan harus menjalani operasi,” kata salah satu keluarga korban.
Alfred Andarek Pelatih yang menangani Nelson Keiya kepada wartawan mengatakan kejadian pemukulan ini terjadi tanggal 1 Januari kemarin di Kayu Batu, Base’G Jayapura Utara.
Dari kejadian itu, kata Andarek Nelson alami patah rahang dan sudah enam hari menjalani perawatan di RSUD Jayapura. selain itu, pihak rumah sakit juga masih mencari alat bantu untuk meluruskan rahan mulut yang patah.
Alfred Andarek yang juga sehari-hari bekerja sebagai guru mengaku, pihak KONI sendiri melalui saudara Niko Ramandey sedang mencari miniplate (Pen-red) untuk dipasang pada rahang yang patah. “Jika alat pen sudah dapat operasi bisa segera dilakukan,’’ ujar Andarek kepada wartawan di RS Dok II Jayapura kemarin.
Ditanya soal harga alat  pen, Andarek mengaku dari keterangan dokter harganya sekitar 2 juta lebih, tapi kalau merek barang beda pasti harganya juga beda.
Lanjutnya, kejadian yang menimpa atletnya ini tentu menjadi kerugian jika penangananya lambat. Sebab, PON tinggal delapan bulan. Sementara Nelson ini andalan kita untuk bisa merebut medali emas di tiga nomor lari andalannya.
Oleh karena itu, sebagai pelatih, dirinya akan melakukan konsultasi dengan dokter pasca operasi nanti. Berapa lama massa penyembuhan. “Dari informasi kalau patah seperti ini minimal dua bulan harus istirahat, tapi kita akan terus melakukan konsultasi dengan dokter,” ujarnya lagi.
Sementara itu, salah satu petugas medis yang ditemui mengaku sudah mencari alat pen di Jayapura tetapi tidak dapat. “Informasi di Apotek Matahari di Abepura ada, tetapi harganya 14 juta,” katanya.
Menurutnya, jika pen sudah dapat proses operasi bisa langsung dilakukan. “Operasi sendiri akan dipimpin langsung olejh dr. Brian Rollah,’’ ucapnya. (Bams)

Dibaca 755 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.