Fraksi Hanura : Papua Wajib dapat Saham Freeport | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

Fraksi Hanura : Papua Wajib dapat Saham Freeport

Headline Penulis  Kamis, 17 Desember 2015 11:52 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Ketua Fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPR Papua, Yan Permenas Mandenas
Ketua Fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPR Papua, Yan Permenas Mandenas

 

Jayapura,- Ketua Fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPR Papua, Yan Permenas Mandenas berpendapat Papua wajib mendapatkan saham dari PT. Freeport Indonesia, karena Papua telah diberikan kekhususan melalui Otonomi Khusus.

“Saham jangan hanya dimiliki pusat. Papua punya UU Otsus. Wajib hukumnya, pusat mendorong agar Pemda punya saham, jadi hal itu penting dibicarakan. Ketika kita dapat saham, Pemda dan masyarakat tak bisa dibohong, jadi jangan lagi berspekulasi masalah pajak," kata Mandenas, Rabu (16/12) petang.
Ia pun menilai salah apabila Pemerintah Pusat dan Elit Politik berpolemik masalah Freeport Indonesia. “Jangan lagi bicara pajak, bagi hasil dan lainnya. Selain itu, harus dihitung berapa persen saham dan setiap bulan. Saham itu tak akan diganggu gugat karena grafiknya sesuai hasil produksi dan penerimaan resmi Freeport,” kata Yan P Mandenas kepada wartawan, Rabu (16/12).
Menurut Yan, pihaknya telah mengikuti opini dan dinamika yang berkembang. Menurut Fraksi Hanura, jika berbicara masalah Freeport, bicara Indonesia. “Apakah mereka tahu sejarah panjang Freeport dengan masuknya Papua ke NKRI," tuturnya.
Fraksi Hanura berpandangan, Freeport punya peran strategis dalam sejarah panjang Papua masuk NKRI dan tak lepas dari pihak asing, kini akan masuk perpanjangan kontrak. Hingga kini masyarakat Papua belum bicara lantang, tapi banyak yang resah dengan polemik Freeport.
Yan menyarankan agar Pemda tak lagi minta pendapatan pajak, melainkan pembagian saham. “Kalau tidak, kita hanya akan terima pajak saja dari Freeport. Tak ada jalan lain merespon Freeport dengan pola lama," kata Mandenas. (Syaiful)

Dibaca 528 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.