Pangdam : Pengejaran Penembak Pendeta Tak Harus Membabi Buta | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Pangdam : Pengejaran Penembak Pendeta Tak Harus Membabi Buta

Headline Penulis  Selasa, 15 Desember 2015 11:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Hinsa Siburian
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Hinsa Siburian

 

Jayapura,- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Hinsa Siburian menyatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan terhadap Pendeta yang masih aktif sebagai Prajurit TNI di Kabupaten Mamberamo Raya, pada 30 November lalu.

Dalam pengejaran itu, Pangdam pun menegaskan tak harus dilakukan secara membabi buta. Sebab, pihaknya yakin jika pengikut-pengikut kelompok penembakan telah membaur dengan masyarakat setempat.
 “Kita tidak harus melakukan secara membabi buta untuk melakukan pengejaran. TNI dan polri masih tetap melakukan profesional dalam pengungkapan,” kata Pangdam, usai tatap muka dengan keluarga besar TNI di Makodam XVII/Cenderawasih, Senin (14/12).
Dalam mengatasi kasus di Mamberamo Raya, Pangdam mengingatkan kepada prajuritnya agar melakukan pengejaran secara professional, tanpa menimbulkan masalah baru dikemudian hari. “Jadi disana bersama-sama kita dengan kepolisian masih tetap melakukan pengejaran. Hanya sampai saat ini masih dalam proses,” ujarnya.
Pangdam mengakui belum bisa menyimpulkan kelompok pelaku penembakan lantaran para pelaku tidak  tertangkap. Namun, pihaknya menyikini kelompok tersebut masih  tetap berada di wilayah Mamberamo Raya.
 “Kita belum simpulkan mereka dari kelompok  mana tapi mereka hanya sempalan-sempalan. Kalau sudah tertangkap baru diketahui, dan yang jelas mereka sudah cukup lama disana dan masih berada di sana (Mamberamo Raya),” katanya.
Sebelum menutup wawancara, Pangdam kembali mensayangkan sikap kelompok criminal bersenjata tersebut, karena tidak manusiawi melakukan tindakan terhadap korban, yang tak lain merupakan Pendeta.
“Dia (almarhum) kan latar  belakangnya pendeta, sehingga ketika tiba di salah satu kampung itu mencoba menjelaskan kepada masyarakat setempat, tapi karena mereka sudah criminal mereka tidak mengenal Tuhan lagi. Seharunya mereka ada reaksi tapi tidak mengenal itu,” tutupnya. (Syaiful)

Dibaca 518 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.