Belasan Distrik Pakai Sisten Noken, Situasi Asmat Diisukan Mencekam | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

Belasan Distrik Pakai Sisten Noken, Situasi Asmat Diisukan Mencekam

Headline Penulis  Selasa, 15 Desember 2015 10:57 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Ketua Bawaslu Papua, Robert Horik
Ketua Bawaslu Papua, Robert Horik

 

Jayapura,- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua menilai situasi di Kabupaten Asmat saat ini mencekam, pasca Pilkada serentak, 9 Desember 2015.

Hal ini dipicu adanya tim sukses pasangan satu, tiga dan empat menyakini ada 10 distrik yang melakukan pemungutan suara denggan sistem noken, yang diduga berpihak kepada pasangan nomor dua Elisa Kambu dan Tomas Eppe Satanfo.
Ketua Bawaslu Papua, Robert Horik mengungkapkan, pihaknya sudah menindak lanjuti laporan dari panwas dan penjabat bupati setempat dengan melihat langsung situasi di Asmat.
“Saya baru pulang dari Asmat. Saya melihat situasi di Asmat memang mencekam. Massa kandidat 1, 3 dan 4 terus melakukan aksi demo disana. Bahkan ketika saya keluar dari Asmat, harus melalui jalur laut dengan menggunakan speed boad perjalanan 4 jam menuju Mimika,” ungkapnya kepada wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/12).
Berdasarkan hasil laporan Panwaslu setempat dan pertemuan langsung dengan kandidat 1, 3 dan 4, sambungnya,  hampir 10 distrik dari 19 distrik di Asmat melakukan pemungutan suara dengan menggunakan sistem noken.
“Saya ketika di Asmat, sempat bertemu dengan tiga pasangan calon Bupati. Hanya, saya katakan kepada mereka jangan hanya memberikan laporan, namun diikut sertakan dengan bukti-bukti,” tuturnya.
Saat ini, Panwaslu setempat telah mengambil sikap tegas, hal itu juga sesuai permintaan Kapolres setempat yang meminta Panwas mengambil sikap tegas atas apa yang terjadi di Asmat. Pasalnya kini siatuasi Asmat sudah meningkat semakin anarkis.
“Lalu panwas mengambil sikap dengan menginpentarisir anggaran, lalu meminta KPU untuk sementara menunda semua tahapan pilkada disana, termasuk rekepitulasi suara, sambil menunggu KPUD setempat berkordinasi dengam KPU Provinsi dan KPU RI,” katanya.
Robert menegaskan, Bawaslu yang sudah berkoordinasi dengan Bawaslu RI, dimana pihaknya menjelaskan situasi yang terjadi di Asmat.
“Bawaslu RI sempat meminta agar tahapan terus dilaksanakan. Untuk masalah keamanan itukan tugas dari aparat keamanan. Namun setelah kami jelaskan apa yang terjadi disana, kami tetap  meminta tahapan pilkada sementara dihentikan, sambil menunggu apa yang diputuskan oleh KPU Papua atau pun KPU RI,” tuturnya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Patrige mengungkapkan saat ini situasi keamanan di Asmat kondusif, hanya saja hampir semua massa pendukung pasangan calon bupati disana melakukan aksi protes.
“Kalau keamanan tidak ada yang mencekam, tidak ada bentrok disana. Kalau demo atau protes memang terjadi disana, tapi itukan biasa terjadi didalam pesta demokrasi," terangnya, Senin.
Mengenai proses tahapan pilkada mau pun pelanggaran, Patrige menyarankan agar menanyakannya kepada KPU dan Panwas setempat. (Syaiful)

Dibaca 1050 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.