Empat Pesan Wakil Rakyat Tuntaskan 11 Kasus HAM di Papua | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Empat Pesan Wakil Rakyat Tuntaskan 11 Kasus HAM di Papua

Headline Penulis  Senin, 14 Desember 2015 16:47 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Anggota Komisi 1 DPR Papua, Laurenzus Kadepa
Anggota Komisi 1 DPR Papua, Laurenzus Kadepa Menyalami Massa SKP HAM Papua dalam Aksi Unjukrasa Perangati Hari HAM Internasional di Halaman Kantor DPR Papua, 10 Desember lalu.

 

"Dari Peringatan Hari HAM Internasional"

*Genap satu tahun Presiden Jokowi telah menjalankan Pemerintahan Indonesia bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, namun penyelesaian masalah konflik di Papua, termasuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masih “diragukan”. Janji Presiden RI pun kembali digunjingkan masyarakat Papua dalam Peringatan Hari HAM Internasional,10 Desember lalu.

Solidaritas Korban Pelanggaran (SKP) HAM Papua mencatat aksi kekerasan yang dilakukan aparat TNI/Polri, mulai dari pendekatan keamanan maupun penggunaan senjata api berlebihan, sekedar dijadikan alasan pembelaan. Matinya

demokrasi dan ruang – ruang kebebasan berekspresi, serta penangkapan maupun penahanan sewenang – wenang di Papua, tak kunjung surut. Dalam satu tahun terakhir, SKP HAM Papua mencatat  11 peristiwa kekerasan di tahun 2015, dengan jumlah korban 10 orang meniggal dunia dan 39 orang lainnya mengalami luka – luka.
Dua kasus diantaranya terjadi di Kota penghasil emas terbesar di Papua. Dua kasus ini, yakni penembakan pada 28 September yang menewaskan satu warga sipil dan mencederai 2 warga lainnya. Sedangkan satu kasus lagi terjadi pada 28 Agustus yang menewaskan satu warga dan mencederai 4 warga lainnya.
Lebih mencengahkan lagi, 268 orang diklaim telah ditangkap dalam aksi – aksi damai di Papua pada 2015, yang dilakukan oleh aparat keamanan TNI/Polri. Janji – janji dialog damai antara Jakarta dan Papua pun, dinilai SKP HAM Papua hanyalah omong kosong yang dijadikan sebagai alat pencitraan belaka.
Berkaca dari data tersebut, Laurenzus Kadepa, Anggota Komisi 1 DPR Papua yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum, HAM dan Tapal Batas menyerukan empat pesan dihari HAM Internasional yang diperingati setiap tanggal 10 Desember.
Dalam pesan itu, Politisi Partai NasDem ini mendesak Negara segera mengadili pelaku kejahatan kemanusiaan di Papua. Demikian juga Pemerintah Provinsi Papua hingga Pemerintah Kabupaten, maupun Legislative serta Lembaga Kultur MRP perlu mengambil tindakan nyata, sehingga kasus pelanggaran HAM dimasa lalu maupun sekarang terselesaikan.
Menurut Laurenzus, sudah waktunya dunia internasional turut campur tangan untuk mengakhiri dan menyelesaikan pelanggaran HAM di Papua. Hal ini dimaksudkan agar penegakkan keadilan dan HAM bagi pihak korban pelanggaran HAM di Papua terjawab.
Sebelum menutup wawancara, Laurenzus pun meminta kepada kelompok pro NKRI maupun kelompok Papua Merdeka agar tidak mengorbankan warga sipil tak berdosa, dalam memperjuangkan kepentingan masing-masing pihak. (Syaiful)

Dibaca 710 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.