DPRP Tak Tutup Mata Soal Insiden Paniai Berdarah | Pasific Pos.com

| 20 August, 2019 |

DPRP Tak Tutup Mata Soal Insiden Paniai Berdarah

Headline Penulis  Jumat, 11 Desember 2015 10:48 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Wakil Ketua III DPRP, Yanni
Wakil Ketua III DPRP, Yanni Bersama Anggota DPRP Menyalami Massa SKP HAM Papua Usai Menggelar Unjukrasa di Halaman Kantor DPRP, Kamis (10/12)

 

Jayapura,- Wakil Ketua III DPR Papua Yanni mengklaim pimpinan Lembaga DPR Papua tak pernah tutup mata dalam menyingkapi kasus penembakan warga sipil di Kabupaten Paniai pada 8 Desember 2014 silam.

Dimana, diakui Yanni, DPRP telah membentuk Tim investigasi Paniai yang beranggotakan 12 legislator yang berasal dari daerah tersebut. “Kami sudah bentuk Tim Investigasi dan hasilnya sudah disampai ke Badan Musyawarah. Artinya kami tidak tinggal diam saja,” kata Yanni kepada wartawan, Kamis (10/12).
Yanni yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Papua pun mengutuk aksi penembakan terhadap seorang Pendeta di Mambramo Raya, meskipu aktif sebagai anggota TNI. Namun, menurutnya saling balas tak akan menyelesaikan masalah, malahan menimbulkan masalah baru, dan mengorbankan masyarakat tak bersalah.
“Saya juga mengutuk perbuatan itu, termasuk yang terjadi di Mamberamo Raya. Saya harap dapat segera dituntaskan dan tidak terulang lagi dikemudian hari,” pintanya.
Menurutnya, mengungkap pelaku penembakan adalah salah satu solusi terbaik agar masalah ini tidak berkepanjangan. “ Kejadian di Paniai harus dituntaskan agar masyarakat puas dan tahu siapa pelakunya, dan ada kejelasan kepada semua pihak. Presiden pun harus memenuhi janjinya,” ucapnya.
Yanni juga mencurigai adanya indikasi pihak asing dari luar Papua yang menjadi pelaku penembakan dan seolah-olah dilakukan oleh pihak keamanan di Papua. “Saya curiga dari luar Papua, istilahnya lempar batu sembunyi tangan. Mereka yang berbuat, nanti yang kena getahnya di Papua,”ujarnya. (Syaiful)

Dibaca 583 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.