Kapolda: Pilkada di Papua Aman | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Kapolda: Pilkada di Papua Aman

Headline Penulis  Kamis, 10 Desember 2015 11:08 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Kapolda Pilkada di Papua Aman
Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw mengecek surat undangan pemilih di Pilkada Kabupaten, Keerom

 

Ketua KPPS Dipukul, Pencoblosan Tertunda

Jayapura,- Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw mengklaim penyelengaraan Pilkada serenta di wilayah hukumnya secara umum berjalan aman.

"Di Papua masih aman. Memang ada kejadian menonjol di Keerom terjadi pemukulan Ketua KPPS karena ada salah satu warga yang membawa nama-nama warga tidak masuk DPT," kata Waterpauw, Rabu (9/12).
Kapolda menegaskan saat ini pelaku pemukulan sudah diamankan aparat Polres Keerom. " Saat ini kasus sudah ditangani, yang bersangkutan sudah dibawa ke Polres untuk diperiksa. Selain itu ada juga masalah politik uang yang sudah kita kenakan pidana umun," kata Waterpauw.
Jenderal asli Papua ini menyakini pelaku pemukulan dalam pengaruh alcohol. Kapolda memastikan pelaksanaan Pilkada serentak secara umum aman dan berjalan normal.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Patrige menambahkan penganiayaan itu terjadi pada saat proses pelaksanaan pemungutan suara di Kabupaten Keerom berlangsung. “Pelaku sudah diamankan,”kata Patrige, Rabu (9/12).
Akibat pemukulan terhadap ketua KPPS di di kampung Wonorejo PIR 4 Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, pelaksanaan pencoblosan tertunda.
Dari data lapangan diketahui kemarin pagi (9/12) sekitar pukul 06.00 WIT terjadi pemukulan terhadap Ketua KPPS TPS 4, Samijo. Pemukulan dilakukan oleh Simon Kosay (Tomas Pegunungan Wilayah Keerom).
Sebelumnya pada hari Selasa (8/9) malam Simon Kosay membawa surat selebaran yang isinya beberapa nama yang tidak masuk DPT Kp. Wonorejo dan menyampaikan kepada Ketua TPS 4, Samijo agar nama nama dimasukkan di daftar pencoblosan, kemudian Pak Samijo menjawab saya tidak punya wewenang untuk memutuskan dan melapor saja ke Ketua PPS , Jekson Wenda.
Kemudian sekitar pukul 06.00 WIT Samijo dengan menggunakan SPM melewati jalan di depan rumah Simon Kosay dan di hentikan oleh Simon Kosay tanpa bertanya langsung melakukan pemukulan. Melihat kejadian tersebut warga kampung Wonorejo tidak terima dengan perlakuan Simon Kosay sehingga secara spontan warga kampung Wonorejo melempari rumah Simon Kosay dengan batu.
Simon Kosay kemudian melarikan diri. Hingga saat ini Simon Kosay masih dalam pencarian aparat kepolisian.
Kemudian dilakukan koordinasi antara KPPS Pir 4 dengan KPU dan Panwas bahwa dengan adanya kejadian pemukulan yang dilakukan oleh sdr. Simon Kosay terhadap sdr. Samijo / KPPS Pir 4 di kampung Wonorejo Pir IV, maka pelaksanaan pencoblosan mulai dilaksanakan pukul 09.30 Wit sehingga sesuai dengan kesepakatan maka khusus Kampung Wonorejo diberi tambahan waktu pencoblosan sampai dengan pukul 14.00 Wit.
Sementara itu Kapolres Kabupaten Keerom AKBP Tobe Sirait saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pelaku pemukulan telah diamankan. "Saat ini situasi Keerom aman kondusif," ujarnya. (Syaiful/Fani)

Dibaca 1514 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX