Kapolda Musnahkan Sabu-sabu Bernilai Rp 14 Miliar | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Kapolda Musnahkan Sabu-sabu Bernilai Rp 14 Miliar

Headline Penulis  Jumat, 04 Desember 2015 10:17 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Polda papua musnahkan narkotika senilai 14 milyar
Kapolda Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpaur Bersama Unsur Pimpinan Seluruh Stake Holder Musnahkan Narkotika Bernilai Rp 14 Miliar di halaman Mapolda Papua, Kamis (3/12)

 

Bersama 10,5 Kg Ganja dan Ratusan Botol Miras

Jayapura,- Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, memusnahkan sabu-sabu seberat 3,9 Kilogram yang setara bernilai Rp 14 Miliar. Selain sabu, Kapolda juga memusnahkan 10,5 Kg ganja dan 793 botol minuman keras di halaman Mapolda Papua, Kamis (3/12/2015) pagi.

Menurut Kapolda, pemusnahan barang bukti sitaan ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam memberantas peredaran Narkoba di Papua.
Pemusnahan narkotika ini juga disaksikan Wakapolda Papua, Brigjen Pol Drs. Rudolf Albert Rodja, Kepala Bidang Mental dan Spiritual Provinsi Papua, Naftali Yogi, Kepala BNNP Papua, Jackson Lapolongan, serta sejumlah steakholder di Papua, termasuk media massa.
“Pemusnahan ini merupakan komitmen Polda Papua selaku penegak hukum. Ini juga merupakan hasil kerjasama dari semua Stake holder untuk bersama-sama sinergi memberantas pelaku peredaran maupun para pengguna narkoba di wilayah Papua,” kata Kapolda Waterpauw di halaman Mapolda Papua.
Kapolda berpandangan, keluar masuknya peredaran narkoba di tanah Papua tak dianggap sepi atau tenang-tenang saja. Pihaknya pun telah memberikan atensi kepada jajarannya untuk menangani secara serius dan sungguh-sungguh.

Polda papua musnahkan miras

Hal ini, katanya, terbukti dengan tertangkapnya sindikat narkotika jaringan internasional, 2 Oktober 2015 lalu. “Pelakunya warga Indonesia dan barang bukti yang diamankan adalah Sabu-sabu seberat 3,9 kg dengan nilai uang Rp14 Milyar. Barang itu berasal dari Gana,” terang Warterpauw.
Meski kasus penyeludupan narkotika di Papua menurun di tahun 2015 ini dibanding tahun 2014 lalu, namun Kapolda menilai masih menganggap bahwa peredaran narkotika di Papua masih relative tinggi.
Ia pun menduga lemahnya pengawasan, khususnya di daerah perbatasan RI-PNG. “Angka ini tidak menjadi acuan bagi kita untuk melihat perkembangan peredaran narkotika tapi bagaimana kita melakukan sinergitas dengan dengan Stake holder penegak hukum di Papua,” katanya.
Dikatakan, Indonesia secara umum dan secara khusus daerah Indonesia Timur, masih dianggap rawan terhadap peredaran narkoba, sehingga memerlukan sebuah upaya prefentif dengan melakukan kerjasama dengan pihak BNNP dan Pemerintah Daerah untuk bersinergi dengan aparat pengak hukum.
Menyingkapi tingginya angka peredaran narkotika, Kapolda berencana akan terus mensosialisasikan dampak narkoba kepada generasi penerus di Papua, sehingga dapat menghindari adanya upaya mengkonsumsi narkoba dan membatasi adanya perdaran.
“Kedepan, kami berencana melakukan kerjasama dengan PNG melalui instansi kepolisian di awal tahun 2016. Konsepnya sudah dibua. Kami juga akan membahas tentang masalah criminal yang kita tangani secara bersama-sama selama ini,” imbuhnya. (Syaiful)

Dibaca 808 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.