Kapolda : Ada Indikasi Tempat Pelatihan KSB di Mamberamo | Pasific Pos.com

| 21 May, 2019 |

Kapolda : Ada Indikasi Tempat Pelatihan KSB di Mamberamo

Headline Penulis  Jumat, 04 Desember 2015 10:05 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw

 

Jayapura,- Kasus penembakan terhadap Perwira Penghubungan Letnan Kolonel Anumerta John de Fretes di Kampung Namuni, Kabupaten Mamberamo Raya, 30 November lalu menjadi perhatian serius jajaran Kepolisian Daerah Papua.

Bahkan, Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw menyebutkan bahwa dari informasi awal ada mengindikasi tempat pelatihan bagi Kelompok Sipil Bersenjata dikawasan Mambramo. Indikasi ini, menurut Kapolda, sesuai informasi yang diterima awal.
“Kalau informasi yang kita awal, memang sesungguhnya ada indikasi lokasi untuk pelatihan. Memang Kapolres juga kebetulan anak adat di situ (Mambramo), kalau ini kategori daerah rawan dan jarang bisa dimasuki oleh steak holder, dan yang bisa hanya tokoh agama,” kata Paulus Waterpauw.
Kapolda pun menegaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan Tim Tindak Polda Papua yang dipimpin Kasat Brimobda Papua, Kombes (Pol) Mathias Fakhiri bersama Kabid Hukum Polda Papua, yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Sarmi.
“Tim Tindak yang kita punya di Polda berjumlah 15 orang, untuk melakukan upaya-upaya mencari para pelaku. Prinsipnya, saya juga telah sampaikan kepada Kapolres, ini perbuatan kejahatan,” tegasnya.
Kapolda menduga penembakan terhadap hamba Tuhan yang juga aktif sebagai anggota TNI, berasal dari Kelompok KM alias Kosmos Makabori. Kelompok ini disinyalir hanya berkekuatan 20 hingga 25 orang dengan dipersenjatai 1 hingga 2 pucuk senjata.
“Kelompok ini diduga sebagai pelaku penembakan hamba Tuhan. Kebanyakan senjata mereka rakitan atau senjata tradisional, sesuai dengan laporan Kapolres Mambramo Raya,” bebernya.
Menurut Kapolda, wilayah terjadinya penembakan cenderung masuk dalam wilayah daerah rawan, yang hanya bisa dimasuki oleh Tokoh Agama.
“Intinya kami sangat menyesali kejahatan terhadap hamba Tuhan, meskipun masih aktif sebagai anggota TNI. Almarhum ini Pendeta dari GKI,” tuturnya.
Kapolda menyakini almarhum Letkol Anumerta John de Fretes yang bertugas sebagai Perwira Penghubung (Pabung) di Mambramo Raya tidak pernah melakukan tindakan yang menyakiti hati rakyat. “Justru melayani dan saya pikir kejadian diakhir tahun 2015 ini sangat tidak bisa diterima, perbuatan yang dilakukan kelompok ini,”tegasnya.
Maka itu, pihaknya pun meminta dukungan dan partisipasi dari para Tokoh di Papua untuk mencari para pelaku penembakan tersebut. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk ikut membantu menyerahkan pelakunya agar diproses hukum.
“Situasi sudah terkendali, kita juga telah kirim pasukan kalau dengan pengamanan Pilkada sebanyak 125 personel,” imbuhnya. (Syaiful)

Dibaca 1049 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.