Kapolda Usut Lagi Insiden Paniai | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

Kapolda Usut Lagi Insiden Paniai

Headline Penulis  Selasa, 24 Februari 2015 18:42 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua, Irjen (Pol) Yotje Mende.

Jayapura,- Kepolisian Daerah Papua membentuk tim khusus guna mengusut kembali pelaku penganiayaan warga di Pondok Natal maupun insiden penembakan yang menyebabkan empat warga  Paniai tewas. Tim ini dipimpin oleh Direktur Reskrim Umum Polda Papua, Kombes (Pol) Dwi Irianto. 
Demikian ditegaskan Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende saat ditemui sejumlah wartawan usai video conference di ruang kerjanya Mapolda Papua, Senin (23/2) sore.
Dalam insiden Paniai, Kapolda mengaku telah mengakomodir semua pertanyaan, termasuk dari tim investigasi DPRP.  Namun, dari hasil kesimpulan sementara, pihaknya belum menentukan siapa pelaku penembakan, dikarenakan minimnya akat bukti pendukung.
”Untuk mengakomodir, kita memang masih merujuk terdahulu, yang mana sehari setelah kejadian semua tim sudah turun, baik dari Polda maupun Mabes dengan menurunkan semua fungsi, termasuk Bareskrim, Divisi Propam maupun Itwasum,” jelas Kapolda.
Kapolda juga mengaku kesulitan saksi korban, termasuk Kepala Distrik yang pada waktu malam kejadian sangat kooperatif. Dimana, pada hari berikutnya korban sudah tidak kooperatif, bahkan korban tidak mau diperiksa.
“Malam itu sudah ada semacam pelaporan yang kooperatif dengan kita, kita sudah datang ke TKP, untuk prioritaskan  dan tidak menunda, tapi korban yang terkena popor dibawa ke rumah sakit. Pusing katanya waktu itu,” bebernya.
Dalam pelaporannya, korban mengaku dipopor oleh dua pria yang menggunakan jaket dan membawa senjata. “Mereka melakukan pemoporan korban, karena korban menegur mereka tidak menyalakan lampu mobil. Saya belum mengetahui nama korbannya, namun kemarin dari Propam juga sudah gelar disini, tapi belum bisa menarik kesimpulan siapa pelakunya,” ungkapnya.
Kesulitan lain dalam kasus ini, kata Kapolda, masyarakat yang tidak mau dimintai keterangannya. Padahal, pihak kepolisian sudah berupaya semaksimal mungkin dan menyimpulkan, bahwa belum bisa menentukan siapa pelakunya.
“Dari hasil olah TKP tidak ada anggota yang terlibat melakukan penembakan kearah datar, yang menelan korban. Namun untuk tembakan ke atas ada,” aku Kapolda Yotje. (Syaiful)

Dibaca 450 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.