32 Bayi Meninggal Misterius | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

32 Bayi Meninggal Misterius

Headline Penulis  Jumat, 27 November 2015 11:33 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aloysius Giay
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aloysius Giay

 

Jayapura,- Sebanyak 32 bayi berusia 2 tahun meninggal dunia secara misterius per tanggal 16 - 20 November 2015 di Distrik Mbuwa, Kabupaten Nduga, Papua.

Dari informasi yang didapat, Kabupaten Nduga dan sekitarnya mengalami musim kemarau, bahkan sempat terperangkap asap akibat pembakaran lahan. Setelah itu, sebulan terakhir baru turun hujan dan mengakibatkan sejumlah ternak seperti babi dan ayam secara tiba - tiba mati mendadak.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aloysius Giyai kepada sejumlah Pers di Port Numbay menyatakan dari Tim Krisis Center yang dikirim Dinkes Provinsi Papua, mengaku belum tau pasti penyebab kematian bayi tersebut.
Namun, berdasarkan informasi yang di dapat, kata Aloysius pasien meninggal karena menunjukkan gejala panas, deman, menggigil, kejang dan kemudian meninggal dunia.
Menurut Aloysius, dinkes Kabupaten dan Kecamatan harus berkoordinasi dengan dinkes Provinsi Papua untuk secepatnya ditangani kasus yang menimpa bayi tersebut.
"Kami juga sedikit sesalkan. Kenapa kok kejadian seperti ini belum ada informasi dari dinkes Kabupaten Nduga," cetusnya di kantor Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) Provinsi Papua, Jalan Baru Kotaraja, Kota Jayapura, Kamis (26/11).
Di sisi lain, dalam pengakuanya, dikatakan komunikasi yang sebelumnya terputus mulai dihidupkan kembali sejak dirinya menjadi Kadinskes Provinsi Papua.
Namun, hanya beberapa Kabupaten yang mendaptkan perhatian. Alasannya keterbatasan biaya.
Kabupaten yang mulai dihidupkan kembali komunikasinya, terang Aloysius yakni Kabupaten Intan Jaya, Nduga, Dogiyai, dan Puncak Jaya.
Diakuinya masalah kesehatan di Provinsi Papua ini sangat rumit sehingga harus ada terobosan - terobosan demi kesehatan masyarakat Papua. Diantaranya dengan mendatangi pasien door to door atau dari pintu kepintu. (Ramah)

Dibaca 923 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.