DPRP Desak Pemerintah Telusuri Kematian Masal di Nduga | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

DPRP Desak Pemerintah Telusuri Kematian Masal di Nduga

Headline Penulis  Jumat, 27 November 2015 11:31 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Laurenzus Kadepa, Anggota Komisi 1 DPR Papua yang membidangi pemerintahan, politik, hukum dan HAM

 

Jayapura,- Dewan Perwakilan Rakyat Papua mendesak Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Nduga agar menelusuri penyebab kematian masal yang menimpa puluhan anak-anak di Kabupaten Nduga. Desakan ini, dikatakan Laurenzus Kadepa selaku Anggota Komisi 1 DPR Papua yang membidangi pemerintahan, politik, hukum dan HAM, menyusul pernyataan simpang siur terkait jumlah kematian masal yang menimpa anak di Nduga.

“Saya minta harus ada kepastian penyebab dan jumlah kematian anak disana, karena pernyataan diberbagai media, baik nasional maupun local berbeda versi. Ada yang mengatakan meninggal 95 orang, 65 orang dan 41 orang. Bahkan bupati sendiri menyampaikan 21 orang,” kata Lauenzus Kadepa, Kamis (26/11).
Laurenzus Kadepa mengkhawatirkan moment kematian masal yang menimpa anak di Kabupaten Nduga ini dijadikan lahan untuk meraup bantuan dengan skala besar. Kekhawatiran ini sebagaimana kabar wabah kelaparan di Kabupaten Yahukimo, pada beberapa waktu lalu.
“Peritiwa di Nduga jangan sampai dibuat oleh kelompok tertentu untuk dijadikan sebagai tempat yang mengundang perhatian semua orang, sehingga mendesain sebagaimana rupa demi mendapat bantuan dengan skala besar. Itu yang saya khawatirkan,” ujarnya.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten setempat harus menseriusi menangani persoalan tersebut, apalagi menyangkut nyawa manusia. “Bila perlu Pemprov membentuk tim, karena masalah kesehatan yang akan membahayakan manusia,” tegasnya.
Disinggung soal tim yang dibentuk dari DPR Papua, Laurenzus mengklaim belum mengetahui. “Kalau masalah ini terus berkelanjutan, maka kami akan mendorong Polda Papua atau pihak yang berwenang menurunkan tim medis guna melakukan penyelamatan kepada yang lainnya,” katanya. (Syaiful)

Dibaca 749 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.