Diduga Ada Permainan Dibalik Proses Dua Terdakwa Insiden Tolikara | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Diduga Ada Permainan Dibalik Proses Dua Terdakwa Insiden Tolikara

Headline Penulis  Selasa, 24 November 2015 11:58 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Wakil Ketua Komisi 1 DPR Papua, Orwan Tolywone
Wakil Ketua Komisi 1 DPR Papua, Orwan Tolywone

 

Jayapura,- Wakil Ketua Komisi 1 DPR Papua, Orwan Tolywone menduga ada permainan oleh pihak-pihak berkepentingan dibalik proses hukum terhadap dua warga Tolikara dalam Insiden di Karubaga, Kabupaten Tolikara, 17 Juli lalu.

Padahal, menurut Orwan, kasus di Tolikara telah diselesaikan secara damai antara kedua pihak dengan menghadirkan tokoh-tokoh agama masing-masing. “Saya merasa ada skenario yang dilakukan untuk menjerat kedua pemuda Tolikara ini, apalagi kini masalah tersebut sudah sampai ke tahap Pengadilan,” ujar Orwan, Senin (23/11).
Seharusnya, kata Orwan, kasus yang melilit dua warga Tolikara dapat dihentikan oleh Kejaksaan Tinggi Papua. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya masalah baru diatas proses hukum suatu masalah di Tolikara.
“Sebagai tahanan Kota, masyarakat berpikir sudah bebas. Suasana yang sudah redam dikhawatirkan timbul kembali, karena masyarakat merasa tidak ada keadilan bagi dua warganya,” ujarnya.
Orwan juga mensayangkan sikap aparat yang lebih serius melakukan proses hukum bagi warga Tolikara, sementara disisi lain dalam insiden tersebut ada 11 orang yang terkena tembak dan satu diantaranya meninggal dunia.
" Bukankah mereka juga warga negara. Tapi kenapa tak ada keseriusan dari Pangdam, Kapolda dan petinggi lainnya. Ini kegagalan penegakan hukum di Papua, jangan karena alasan hukum sehingga menimbulkan gesekan di masyarakat,” tegasnya.
Ia meminta kepada Penegak Hukum agar bijak dalam melihat persoalan di Tolikara, sehingga tak merugikan masyarakat dan menimbulkan masalah baru di Tolikara. Tak hanya itu, Orwan pun mempertanyakan proses hukum terhadap pelaku penembakan di Tolikara.
“Para Tokoh Agama, dan Pemerintah Papua sudah duduk bicara dan menyelesaikan ini, tapi kenapa masih ada proses hukum bagi kedua warga yang terus berlanjut, yang dapat menimbulkan opini masyarakat merasa dibeda-bedakan, terutama keluarga korban yang terluka dan meninggal dunia,” tutupnya. (Syaiful)

Dibaca 399 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.