DPD RI: Papua Harus Miliki Saham Freeport | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

DPD RI: Papua Harus Miliki Saham Freeport

Headline Penulis  Selasa, 24 November 2015 11:57 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba dan Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH.
Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba dan Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH.

 

Jayapura,- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendukung Pemerintah Provinsi Papua untuk memiliki saham di PT. Freeport Indonesia. “Kami menyambut baik keinginan Gubernur Papua untuk membeli saham PT Freeport Indonesia,’’ ungkap Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba didamping senator asal Papua Mesak Miring, ketika diwawancari waratwan usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua dan SKPD terkait di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (23/11) kemarin.

Menurut Senator asal Sumatera Utara itu, saatnya pemerintah pusat melihat kemakmuran rakyat bukan hanya disekitar tugu monas Jakarta, tetapi harus dilihat secara umum dari Papua, Sumatera dan Kalimantan.
Sehingga jika Pemerintah Provinsi Papua ingin membeli saham PT. Freeport, tentu harus kita dukung, agar ada rasa memiliki atas Freeport yang melakukan operasi di atas tanah Papua.
Parlindungan Purba kembali mengatakan, akan mendorong Pemerintah Pusat untuk pembangunan pemurnian bijih mineral (smelter) di Papua. "Kami ingin smelter itu dibangun di tanah Papua sehingga masyarakat Papua mendapatkan manfaat dari adanya perusahaan PT Freeport Indonesia di sana," ujarnya.
Ia mengaku, dari keterangan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, Freeport harus memperbarui pembagian royalti dengan Indonesia dan pembangunan Papua. Namun kemakmuran rakyat Papua yang harus menjadi perhatian dari perpanjangan kontrak ini. Karena haru ada keuntungan yang setimpal untuk Indonesia dan Papua.
Parlindungan menilai smelter memang sebaiknya dibangun di Papua sehingga menambah penghasilan daerah. Karena kalau ada smelter, kita mau membangun apa saja di Papua bisa dilakukan. (Bams)

Dibaca 607 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX