Kapolda: Masyarakat Papua Tidak Peduli Dengan Pilkada | Pasific Pos.com

| 24 July, 2019 |

Kapolda: Masyarakat Papua Tidak Peduli Dengan Pilkada

Headline Penulis  Senin, 23 November 2015 12:27 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Kapolda: Masyarakat Papua Tidak Peduli Dengan Pilkada
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw.

 

JAYAPURA,- Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw memaparkan jalannya pemilukada serentak di 11 kabupaten di Papua, pada umumnya masyarakat masih acuh dan tidak terlalu peduli dengan pelaksanaan pemilukada.

“Masyarakat masih menunggu siapa kira - kira kandidat yang menawarkan visi misinya. Untuk itu kami soal Pilkada serentak ini perlu terus dilakukan sosialisasi,”saran Kapolda saat memaparkan pantauan keamanan menjelang Pilkada Serentak tanggal 9 Desember di Sasana Karya – Kantor Gubernur Dok II, akhir pekan kemarin.
Menurut Kapolda, dalam pola pengamanan akan disinergikan dengan stakeholder. Aparat kepolisian sudah menggunakan pola pengamanan yang dibagi dalam klasifikasi keamanan daerah yakni aman, rawan satu dan rawan dua.
Untuk rawan dua akan ditempatkan dua anggota polisi dan 2 linmas per satu TPS. Untuk wilayah rawan dua ini ada di wilayah Kabupaten Boven Digul, Merauke, Yalimo. Supiori. Memberamo Raya, Waropen, Nabire.
Kemudian untuk klasifikasi aman dan rawan satu akan ditempatkan satu polisi dan 2 linmas dalam satu TPS. “Ada lima wilayah yang masuk dalam kategori rawan dua. Untuk rawan khusus ini kami akan melibatkan personil TNI. Tetapi mereka dalam batas jarak pantau yang tidak di dekat TPS,”terangnya.
Pada kesempatan itu juga Kapolda mengatakan harus segera diantisipasi bahwa di bulan Desember ada beberapa agenda besar seperti pada tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hut OPM dan tanggal 14 Desember adalah Hut Melanesia serta umat Kristen mempersiapkan diri menghadapi Natal dan Tahun Baru. “Upaya kita adalah semaksimal mungkin menciptakan kondisi yang formal untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di sekeliling kita,”tegasnya.
Dalam paparannya itu, Kapolda membeberkan berbagai catatan penting yang dihimpun aparat Kepolisian Papua. Dari 11 kabupaten yang menjadi fokus pilkada saat ini masih berjalan damai, aman dan terkendali. Namun disisi lain ada juga kendala yang sudah menjadi masalah klasik yakni kendala droping logistik pemilu.
Kata Kapolda Waterpauw, dari sisi keamanan semua akan berjalan baik jika logistik pemilu itu teratasi dengan baik. Pengalaman di beberapa daerah yang lalu, persoalan yang dihadapi selalu ada pada masalah cuaca, alat angkut dan sarana prasarana.
“Saat ini di beberapa daerah pedalaman yang ikut pilkada serentak, ada masalah pasokan keterlambatan BBM. Ini menurut kami bisa juga menjadi masalah,”akunya.
11 kabupaten peserta Pilkada serentak di Papua yakni Kabupaten Yalimo, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Boven Digul, Keerom dan Merauke, Asmat, Mamberamo Raya, Pegunungan Bintang, Waropen dan Nabire. (Bams)

Dibaca 737 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.